Pilpres 2019
Dahnil Anzar Jelaskan Polemik Kepemilikan Lahan Prabowo: Beliau Kelola demi Kepentingan Ekonomi
Koordinator Jubir BPN, Dahnil Anzar angkat bicara terkait capres Prabowo Subianto miliki lahan ratusan hektar di Kalimantan.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
"Beliau (Prabowo) take over tanah itu jadi HGU kemudian dikelola untuk kepentingan ekonomi," jelasnya.
"Dan belum tentu itu menguntungkan secara ekonomi pada saat itu. Makanya beliau memutuskan untuk mengambil. Itu sikap patriotik beliau, dan itu sikap nasionalis beliau."
"Kebetulan pak Prabowo diberikan kelebihan rezeki sebagai pengusaha, dan itu beliau lakukan untuk kepentingan negara," sambung Dahnil.
• Kunjungi Nelayan di Tambaklorok, Jokowi Sempat Dikira Petugas Proyek
Simak video selengkapnya:
Sementara itu, diketahui, dalam debat kedua Pilpres 2019 yang digelar pada Minggu (17/2/2019), Jokowi sempat membahas soal tanah milik Prabowo Subianto yang terletak di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.
Disebutkan Jokowi, luas tanah yang dimiliki Prabowo mencapai 340 ribu hektar.
"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektar," ujar Jokowi.
"Juga di Aceh Tengah 120 ribu hektar," tambah Jokowi.
Namun, dalam sesi selanjutnya, Prabowo memberikan penjelasan bahwa lahan yang disebut Jokowi berstatus Hak Guna Usaha (HGU).
"Tadi disinggung tentang tanah yang saya kuasai ratusan ribu (hektar) di beberapa tempat, Itu benar, tapi itu adalah HGU, itu adalah milik negara," kata Prabowo.
• Budiman Sudjatmiko Jawab Tantangan Fahri Hamzah soal Keberanian Jokowi Meminta Kembali Lahan Negara
Karena berstatus HGU, tanah milik Prabowo tersebut bisa diambil kembali oleh negara sewaktu-waktu.
Ia pun mengaku rela jika suatu saat tanah tersebut dikembalikan pada negara.
"Jadi setiap saat negara bisa ambil kembali, dan kalau untuk negara saya rela mengembalikan itu semua," ucap Prabowo.
Meski begitu, Prabowo Subianto menyatakan ia tak akan mengembalikan tanah tersebut jika nantinya jatuh ke pihak asing.
"Tapi, daripada jatuh ke orang asing lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis dan patriot," pungkasnya.
(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)