Kabar Tokoh
Dahnil Anzar: Bagi Rakyat Indonesia yang Miskin Tentu Harga Beras Kita Sangat Mahal
Menurut Dahnil Anzar, harga beras terbilang sangat mahal bagi rakyat Indonesia yang tergolong miskin.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak buka suara soal harga beras di Indonesia yang disebut calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menjadi satu di antara yang termahal di dunia.
Menurutnya, harga beras terbilang sangat mahal bagi rakyat yang tergolong miskin.
Melalui akun Twitter miliknya, @Dahnilanzar, dirinya mencontohkan pendapatan rakyat miskin per harinya, Sabtu (16/2/2019).
Menurut dia, bagi rakyat miskin berpenghasilan rendah, membeli beras dengan harga saat ini termasuk sangat mahal.
• Bantah Pernyataan Prabowo, Jokowi: Harga Daging dan Beras di Indonesia Termasuk yang Termurah
"Bagi rakyat Indonesia yg miskin atau hampir miskin tentu harga beras kita sangat mahal.
Sebutlah pendapatan rakyat miskin perkapita 14 ribu per hari, yg hampir miskin diatas 14 ribu sd 20 ribu.
Maka, sbg simulasi dg harga beras termurah 9.500.
Maka, harga itu menjd sngt tinggi," tulis Dahnil Anzar.

Dahnil Anzar juga membandingkan daya beli kebutuhan bahan pokok di Indonesia dengan Malaysia dan Singapura.
Menurutnya, jika dibandingkan dari segi harga nominal kebutuhan pokok, harga di Indonesia memang lebih murah.
Namun, kata Dahnil Anzar, harga bahan pokok di Malaysia dan Singapura tergolong murah karena daya beli dan pendapatan masyarakat di sana cukup tinggi.
• Dahnil Anzar Unggah Video Sandiaga yang Dihadang Pendukung Jokowi, Fahri Hamzah Beri Komentar
"Sedangkan bagi negara lain seperti Singapura, Malaysia dll mengukur dg daya beli mrk, harga beras, daging, ayam, dll yg lebih mahal memang secara nominal.
Namun jauh lebih murah dan mudah bagi daya beli mrk, karena tdk menghabiskan pendapatan mrk diatas 100 persen untuk membeli," papar Dahnil Anzar.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya lewat Kompas TV, Prabowo mengatakan bahwa kini harga-harga pangan melonjak drastis, Kamis (14/2/2019).
Prabowo dengan jelas menyatakan bahwa harga beras dan daging di Indonesia menjadi satu di antara yang termahal di dunia.
Terkait hal itu, Prabowo saat berpidato di Blora, Jawa Tengah mengungkapkan bahwa pihaknya akan berjuang untuk memperbaikinya.
"Sudah rakyat kita penghasilannya sedikit, harga-harga pangan melonjak sangat tinggi," kata Prabowo.
"Beras di Indonesia salah satu yang tertinggi di dunia. Demikian daging yang ada di Indonesia, tertinggi di dunia."
"Daging ayam, telur, hampir semua tertinggi di dunia, salah satu yang tertinggi di dunia. Perjuangan kami adalah untuk kita perbaiki keadaan ini dengan segera," sambungnya.
• Sebut Dirinya Penggangu Demokrasi, Rocky Gerung: Akbar Faisal Nanti seperti Saya jika Prabowo Menang
Bantahan Jokowi
Dikutip dari Kompas.com, Jokowi membantah pernyataan Prabowo itu tersebut, Jumat (15/2/2019).
Jokowi mengungkapkan bahwa harga daging dan beras di Indonesia tak termasuk dalam kategori termahal di dunia.
Ia menuturkan bahwa harga daging dan beras hanya kalah murah dari sejumlah negara Asia lainnya, seperti Bangladesh, Sri Lanka, Vietnam, dan Thailand.
"Tapi untuk yang lain-lain, kita masih lebih murah ya," ujar Jokowi di lokasi Tanwir ke-2 Muhammadiyah di Bengkulu, Jumat (15/2/2019).
Jokowi juga mengatakan bahwa pernyataan Prabowo tersebut patut dicek kebenarannya.
"Coba dicek di seluruh dunia. Itu harga (daging dan beras) kita ini ada pada posisi yang seperti apa," papar Jokowi.
Menurutnya, harga daging dan beras di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia.
"Kita ini termasuk memiliki harga yang termurah di dunia, baik yang namanya beras maupun yang namanya daging," tegasnya.
"Untuk daging itu kan tergantung mau pilih yang mana. Ada yang Rp 80.000. Ada yang Rp 120.000, yang wagyu Rp 500.000 juga ada," tandasJokowi.
• Dahnil Anzar Tanggapi Pernyataan KPU terkait Agenda Salat Jumat Prabowo: Statement Ini Tendensius
Bantahan TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin
Bantahan terhadap pernyataan Prabowo terkait harga daging dan beras juga dilontarkan oleh Sekjen Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Tim Kampenye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Lodewijck Freidrich.
"Tidak lah," kaya Lodewijck, Kamis (14/2/2019), seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Ia mengaku telah membuktikan hal tersebut dengan membelanjakan uang Rp 100 ribu di Lampung.
Dengan nominal uang tersebut, kata Lodewijck, ia bisa mendapatkan 3 ikat kangkung, 1 liter minyak goreng, 2 bungkus bumbu, 1 kilogram telur ayam, dan 1 ekor ayam potong, serta 1 balok tempe yang tebal.
"Dari sini dibuktikan bahwa apa yang dikatakan data oleh BPS data inflasi kita 3,2 persen. Artinya sembako kita stabil terbukti di lapangan. Bahwa harga mahal memang fluktuatif. Tapi faktanya di lapangan murah. Ayam saya beli 1 itu Rp 30.000 kok," pungkasnya
(TribunWow.com/Atri)