Pilpres 2019
Jubir BPN Sebut Ingin Kubunya Menang Jadi Pemimpin Muda, TKN Jokowi: Prabowo Kan Produk Masa Lalu
Jubir BPN Prabowo-Sandi dan Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Rekarinta Vintoko
Untuk itu, dirinya menyatakan bahwa pihaknya ingin menjadi pelopor pemimpin muda yang baru.
Sebab menurutnya, kehadiran Cawapres Sandiaga Uno dapat mengakhiri teori gerontokrasi tersebut.
"Jadi Prabowo-Sandi itu akan mengakhiri sejarah panjang gerontokrasi dengan adanya seorang pemimpin muda yang menjadi kandidat cawapres dalam kepemimpinan di republik ini.

Wakil Sekretaris TKN Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin, Raja Juli Antoni dan Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid dalam acara Mata Najwa, Rabu (13/2/2019). (Capture/YouTube/Najwa Shihab/Mata Najwa)
• Persiapan Jokowi dan Prabowo Subianto Jelang Debat Capres Kedua 17 Februari 2019
Terkait hal itu, lantas Raja Juli juga menjelaskan mengenai teori gerontokrasi.
Kemudian, Raja Juli menyebut bahwa teori itu sebenarnya justru disimbolkan oleh Prabowo.
Sebab Prabowo bukanlah bagian dari kaum milenial.
"Teori gerontokrasi saya mulai saja, teori gerontokrasi itu lahir di Paris, Perancis ketika revolusi Perancis, justru adalah menggugat ketuaan, kelamaan, kelapukan, dan itu disimbolkan oleh Pak Prabowo pada hari ini," jelas Raja Juli.
"Pak Prabowo berbeda dengan milenial yang suka sesuatu yang fresh, yang baru, Pak Prabowo adalah masa lalu," tambahnya.
Hal itu disampaikannya sebab menurut Raja Juli, Prabowo merupakan bagian dari masa orde baru.
"Dia adalah produk masa lalu yang dia adalah bagian integral dari zaman orde baru yang melakukan pemberangusan terhadap demokrasi dan melakukan pemberangusan terhadap kebebasan, sekarang ujug-ujug (tiba-tiba) dia datang dengan mengatakan dia melawan demokrasi," paparnya.
"Dia (justru) bagian dari politik gerontokrasi yang harus kita turunkan," sambung Raja Juli.
Menanggapi hal itu, Najwa menanyakan pada Raja Juli soal Prabowo yang kini menggandeng Sandiaga Uno yang diketahui menjadi sosok paling muda diantara capres dan cawapres.
"Loh kita ini memilih calon presiden, yang ada itu Peraturan Presiden (Perpres) bukan keputusan wakil presiden."
"Ini to apple to apple antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo siapa yang lebih muda, siapa yang lebih merepresentasikan kebaharuan," ungkap Raja Juli.
• Fadli Zon: Coba Anda Ketik di Google Jokowi Kaget, Banyak Banget Beritanya
Kemudian ia menegaskan bahwa dalam pilpres ini hanya ada dua pilihan dalam memilih sosok pemimpin.