Kabar Tokoh
Fahri Hamzah Ingatkan Hakim, Jaksa, dan Polisi Jangan Sampai Tercoreng oleh Vandalisme Politik
Kicauan Fahri Hamzah soal penegak hukum jangan sampai tercoreng dikarenakan vandalisme politik.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menyebut supaya hakim, jaksa, dan polisi jangan sampai tercoreng namanya dikarenakan vandalisme politik.
Hal itu disampaikannya melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah, pada Rabu (13/2/2019).
Mulanya, Fahri Hamzah menyinggung soal penegakan hukum.
Fahri Hamzah menilai bahwa penegak hukum harus selalu tampak adil.
• Fahri Hamzah Curhat Pesawat yang Ditumpanginya Mundur karena Kekurangan Penumpang: Aku Enggak Paham
Menurutnya, penegak hukum yang adil bisa menempatkan diri secara netral tanpa ada pengaruh dari pihak lain.
Selain itu, ia juga berharap kepada presiden supaya keadilan turut dilaksanakan oleh pemimpin bangsa.
"Penegak hukum tidak saja harus adil, tapi nampak adil....mereka harus bisa secara ringan dan lapang dada menjelaskan kepada bangsanya bahwa mereka berada di tengah. Citarasa bangsa akan keadilan harus dinaikkan. Presiden harus memimpin secara adil," tulis Fahri Hamzah.

• Fahri Hamzah Minta Prabowo-Sandi Janjikan Ini jika Terpilih sebagai Presiden
Lantas Fahri Hamzah mengungkapkan, untuk kepolisian juga harus menjadi pembela hukum dan keadilan.
Dirinya beranggapan, kepolisian harus dijaga dari kemungkinan menjadi pragmatis.
Selain itu, Fahri Hamzah juga menyatakan tentang hakim yang kini mulai tak bersinggungan dengan kekuasaan dan politik.
"Sejak awal, kader polisi kita harus memasuki ruang pendidikan dengan membentuk kesadaran yang luhur tentang seorang Bhayangkara negara, seorang pembela hukum dan keadilan. Mereka Harus dijaga hidupnya dari kemungkinan menjadi pragmatis dan korup apapun caranya.
Hakim telah mulai kita merdekakan dengan membangun kelembagaan yang mandiri agar hakim tak harus bersentuhan dengan kekuasaan dan politik. Di atas mimbar, hakim memandang ke atas, Kepada Tuhan yang memberikannya mandat. Dan kepada realitas yang akan diadilinya," sambungnya.

• Singgung Kebebasan Berpendapat di Sosial Media, Fahri Hamzah: Rupanya Buat Galau Pemerintah
Terkait hal itu, kemudian dirinya menilai untuk hakim, jaksa, dan polisi harus dijaga agar integritasnya tak tercoreng dikarenakan vandalisme politik.
Sebab menurutnya, jika tak dapat dijaga maka akan membuat resah masyarakat seperti terjadinya kerusuhan.
Untuk itu, ia menegaskan bahwa sudah menjadi tugas presiden supaya menjaga integritas hakim, jaksa, dan kepolisian.
"Pada wajah hakim, jaksa dan polisi haruslah terpancar keteduhan, kepastian hukum dan rasa keadilan yang luhur. Jangan sampai wajah mereka tercoreng oleh vandalisme politik, pesanan orang kaya dan orang kuat. Hukum menjadi timpang, tajam ke bawah tumpul ke atas.
Jika Pada hukum yang timpang, keresahan dan gejolak hati rakyat tidak bisa dihidari menjadi sebab kerusuhan dan kekacauan sosial, maka pada payung hukum dan keadilan yang pasti rakyat berteduh dan hidup dengan tenang dan bersaudara. Itulah masa depan kita. Itulah tugas presiden," tandasnya.

• Tanggapi Fahri Hamzah soal Keadilan, Boni Hargens: Jika Tak Diproses Justru Bangun Tradisi Bohong
Diberitakan sebelumnya, Fahri Hamzah juga sempat buka suara soal para penegak hukum.
Menurutnya, penegak hukum merupakan bagian terpenting yang dimiliki oleh suatu negara.
Hal itu disampaikannya melalui sambungan telepon dalam acara Kabar Petang tvOneNews pada Jumat (8/2/2019).
Fahri Hamzah menyatakan bahwa aparat penegak hukum harus nampak bersikap netral.
Sebab menurutnya, itu perlu dilakukan karena dalam hukum tidak boleh ada kesan yang kuat didominasi oleh kubu tertentu menjelang Pemilu dan Pilpres 2019.
"Saya dalam posisi ingin menetralisir panggung hukum karena itulah yang paling penting dimiliki oleh suatu negara," papar Fahri Hamzah.
"Aparat penegak hukum tidak saja harus netral, tapi dia harus tampak netral."
"Dan saya ingin sekali agar dalam pertarungan ini aparat penegak hukum harus tampak netral, tidak boleh membiarkan ada kesan yang sangat kuat, bahwa yang diproses itu dan dikirim ke ruang sidang itu hanya berasal dari satu kubu," tegasnya.
Simak videonya di sini:
(TribunWow.com/Atri)