Terkini Internasional
Kisah Pengusaha Inggris, Pernah Curi Rp544 Juta dari Ibu, tapi Kini Berpenghasilan Miliaran
Ketika Andrew berumur 17 tahun dia mengubah kehidupannya dengan membelanjakan £30.000 atau Rp544 juta dari kartu kredit ibunya tanpa sepengetahuannya.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Saat temannya masuk bangku kuliah, Andrew membatalkan rencananya sendiri mendapatkan pendidikan tinggi demi memusatkan perhatian pada Fasthosts yang sedang berkembang.
Selang sembilan tahun kemudian, Andrew menjual usahanya itu senilai £61,5 juta atau Rp1,1 triliun.
Karena memiliki 75% saham perusahaan, Andrew yang saat itu baru berumur 26 tahun, mengantongi £46 juta atau Rp834 miliar.
Dua tahun kemudian Andrew mendirikan perusahaan penyimpanan data di cloud bernama Livedrive.
Belakangan dia menjual perusahaan itu dengan nilai yang tak diungkapkan ke publik, namun diyakini berjumlah puluhan juta pound.
Sukses dalam bisnis, Andrew menjadi berita utama koran karena gemar menyelenggarakan pesta mewah.
• Akibat Ulah Mempelai Pria, Mempelai Wanita Gugat Cerai setelah 3 Menit Menikah
Dia mengakui pernah membayar penyanyi R&B AS , Usher, untuk pentas pada pesta ulang tahun pacarnya.
"Saya senang berpesta. Saya suka menghibur orang," katanya. "Saya tidak melakukan berbagai hal dengan setengah-setengah."
Dilahirkan di Siprus tetapi dibesarkan di Cheltenham, Andrew mengaku mendapatkan tenaga dan minat bisnis dari ayahnya.
"Ayah saya datang dari Siprus dan dia adalah seorang pengusaha kecil," katanya.
"Seperti kebanyakan warga Siprus, dia membuka toko ikan dan kentang goreng serta kafe. Masa kecil saya banyak dihabiskan dengan mengunjungi tempat seperti itu, mengumpulkan pemasukan dan membicarakan ide bisnis.
"Dari masa kecil saya sudah memiliki sifat berdagang, mendapatkan uang dan aktif bekerja."
• Seorang Pria Tuntut Ayah dan Ibunya karena Melahirkan Tanpa Persetujuannya
Melihat ke belakang tentang bagaimana dia mengembangkan Fasthosts, Andrew mengatakan dirinya "sangat fokus" dan "mengesampingkan hal-hal yang tidak penting".
Pengamat teknologi independen Chris Green mengatakan: "Fasthosts adalah contoh klasik inovasi komputer yang bermula di kamar tidur, hal yang sangat baik dilakukan Inggris pada 1980-an dan 1990-an.
"Tidak hanya ini merupakan keberhasilan instan bagi Andrew Michael yang berusia 17 tahun, tetapi ini juga menyederhanakan proses mencatat nama domain dan mengakses pembuatan laman internet bagi banyak orang.