Breaking News:

Kabar Tokoh

Tagar 'PermadiAryaBosSaracen' Jadi Trending, Abu Janda Terima Kasih ke Andi Arief hingga Mustofa

Permadi Arya alias Abu Janda berterima kasih kepada tokoh politik Andi Arief, Mustofa, dan Fahri Hamzah terkait tagarn namanya menjadi trending.

Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
Facebook Abu Janda al-Boliwudi
Permadi Arya alias Abu Janda 

TRIBUNWOW.COM - Aktivis Media Sosial, Permadi Arya alias Abu Janda berterima kasih kepada sejumlah tokoh politik lantaran tagar 'PermadiAryaBosSaracen' menjadi trending di Twitter.

Hal itu disampaikannya melalui akun Twitter miliknya, @permadiaktivis, Sabtu (9/2/2019).

Mulanya, sejumlah tokoh politik dari Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya membuat kicauan soal kasus Abu Janda yang melaporkan Facebook lantaran telah menutup akun dan juga Page miliknya.

Menanggapi hal tersebut, Abu Janda menyampaikan rasa terima kasihnya lantaran kicauan mereka, Abu Janda bisa merasakan menduduki trending di sosial media Twitter.

Terkait hal itu, ia lalu mendoakan mereka menjadi bos.

Akunnya Dihapus Facebook karena Saracen, Abu Janda Curhat di Twitter dan Tuntut Rp1 Triliun

Selain itu, ia juga tampak menautkan potret tagar 'PermadiAryaBosSaracen' dan tagar 'AbuJandaSaracen yang disebutnya menjadi trending di Twitter pada Sabtu (9/2/2019).

"Saya ingin ngucapin makasih buat para twips terutama para influencer @AndiArief__ @AkunTofa @Fahrihamzah berkat kerja keras kalian naekin tagar akhirnya saya bisa merasakan jadi trending di twitter plus didoain jadi "Bos" aamiin kalian terlalu baik trims ya gaes #Terharu," tulis Abu Janda.

Cuitan Permadi Arya alias Abu Janda.
Cuitan Permadi Arya alias Abu Janda. (Capture/Twitter/@permadiaktivis)

 

Sementara itu, Andi Arief melalui Twitternya, @AndiArief_ melontarkan kicauannya soal kasus Abu Janda," Sabtu (9/2/2019).

Terkait soal itu, Andi Arief menyebut bahwa Abu Janda masih dibiarkan bebas leluasa.

Lalu dirinya menyatakan rasa terima kasih kepada Facebook karena telah menyelamatkan Indonesia.

"Presiden, Kapolri, Jaksa Agung sudah sibuk bilang Saracen adalah bentuk propaganda Rusia. Pelakunya sudah ada di abu janda @permadiaktivis, dibiarkan bebas leluasa," ungkapnya.

"Terima kasih facebook, telah menyelamatkan Indonesia dari ancaman konflik horizontal dengan menemukan pelaku penjahat besar dunia maya abu janda @permadiaktivis," sambungnya.

Kicauan Andi Arief soal kasus Abu Janda.
Kicauan Andi Arief tanggapi kasus Abu Janda. (Twitter/@AndiArief_)

 

Akun Abu Janda Dihapus Facebook karena Saracen, Tagar PermadiAryaBosSaracen Trending di Twitter

Kemudian, Fahri Hamzah menanggapi hal itu dengan berkelakar menyebut untuk menuntut kepada tokoh-tokoh fiktif.

"Tuntut Thanos aja sama Hulk...," tulis Fahri Hamzah, Jumat (8/2/2019).

Kicauan Fahri Hamzah tanggapi kasus Abu Janda.
Kicauan Fahri Hamzah tanggapi kasus Abu Janda. (Twitter/@FahriHamzah)

Sementara itu, Mustofa melalui Twitternya, @AkunTofa, menilai tindakan Facebook tersebut menjadi akhir perjalanan dari Abu Janda, Sabtu (9/2/2019).

"Inilah akhir perjalanan tukang parodi @permadiaktivis. Label TERLIBAT Jaringan Saracen terhadapnya, JELAS dikeluarkan oleh Pihak Yang Kredible. Bukan pihak yang tercemari oleh ambisi busuk kekuasaan. Alhamdulillah skrg telah bersihlah TimeLine saya," kata Mustofa.

Kicauan Mustofa Nahrawardaya tanggapi kasus Abu Janda.
Kicauan Mustofa Nahrawardaya tanggapi kasus Abu Janda. (Twitter/@AkunTofa)

 

Puisi Doa yang Ditukar Fadli Zon Tuai Polemik, Fahri Hamzah: Enggak Masuk Akal Orang Tua Digitukan

Diberitakan sebelumnya, Melalui akun Twitter miliknya, @permadiaktivis, Abu Janda juga turut mengunggah potongan video yang menjelaskan gugatannya kepada Facebook.

Cuitan tersebut dibuat pada Jumat (8/2/2019).

"Tuduhan serius yang dibuat oleh @facebook menuduh saya terhubung ke grup Saracens yang menyebabkan saya mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Pengacara saya telah mengirim Pemberitahuan Hukum ke Facebook untuk membersihkan nama saya dan mengembalikan akun saya untuk membawanya ke pengadilan & menuntut 1 triliun Rupiah karena tidak material," tulis Abu Janda.

Dalam cuitan tersebut ia juga menjelaskan keberatannya atas keputusan Facebook menghapus akunnya.

Abu Janda menyebutkan bahwa penghapusan akun dan juga tuduhan saracen yang dilayangkan padanya membuatnya merasa dirugikan.

Menurut Abu Janda, Facebook telah salah faham mengartikan unggahannya di Facebook.

"Saya aktivis anti teorirs di garda depan melawan berita bohong atau hoaks."

"Facebook telah membuat kesalahan fatal, tim pengacara saya telah mengirim somasi," lanjut Abu Janda.

Terkait tuduhan dan juga penghapusan akun tersebut, Abu Janda meminta Facebook menghidupkan kembali akunnya.

 

Bahas soal Penegakan Hukum, Fahri Hamzah Singgung Fadli Zon Diancam Mau Dibunuh

Dikutip dari Kompas.com, Facebook secara tegas telah menghapus ratusan akun Facebook dan juga Instagram dan juga halaman (page) yang menyebarkan berita palsu di Indonesia.

Menurut Facebook, akun-akun tersebut diduga mempunyai keterlibatan dengan kelompok saracen yakni kelompok yang menggunakan ribuan akun media sosial untuk menyebarkan kebencian.

Secara keseluruhan ada sebanyak 207 halaman, 800 akun Facebook, 546 grup dan 208 akun Instagram yang dihapus oleh Facebook.

Satu di antaranya adalah milik Permadi Arya alias Abu Janda.

"Seluruh halaman, akun, dan grup ini memiliki hubungan dengan Saracen-grup sindikasi online di Indonesia," ungkap Nathaniel Gleicher, Head of Cybersecurity Policy lewat keterangan resminya.

Penghapusan tersebut dilakukan oleh Facebook lantaran tidak sesuai dengan kebijakan yang ada pada aturan Facebook.

"Penyalahgunaan platform yang dilakukan oleh Saracen dengan memakai akun yang tidak otentik adalah pelanggaran terhadap kebijakan kami, dan karena itulah kami menghapus seluruh jaringan organisasi tersebut dari platform," lanjutnya Jumat (1/2/2019).

Lebih lanjut, alasan Facebook menghapus akun-akun tersebut lantaran melihat pola dan juga perilaku penggunanya.

Bukan merujuk pada konten yang diposting melalui akun tersebut.

Setidaknya, menurut Facebook ada sebanyak 170 ribu orang mengikuti halaman Facebook yang diduga kelompok saracen dan sebanyak lebih dari 65 ribu orang mengikuti setidaknya satu dari akun Instagram yang turut dihapus.

"Dalam kasus ini, orang-orang yang berada di balik aktivitas ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk menggambarkan identitas yang tidak otentik, dan hal ini yang menjadi dasar dari tindakan yang kami lakukan," jelas Facebook di Newsroom nya.

Tak disebutkan ratusan akun yang dihapus tersebut, melalui halaman resminya, Facebook hanya membagikan sebagian dari daftar akun dan juga halaman yang dihapus.

Berikut ini adalah beberapa contoh halaman dan grup yang dihapus:

  • Permadi Arya (halaman)
  • Kata Warga (halaman)
  • Darknet ID (halaman)
  • Berita hari ini (Grup)
  • Ac milan indo (Grup).

(TribunWow.com/Atri Wahyu/Nila Irdayatun)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Abu JandaFacebookAndi AriefMustofa Nahrawardaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved