Pilpres 2019
Saling Tuding Penyebar Hoaks, Budiman Sudjatmiko Sebut TKN Miliki Daftar Hoaks BPN hingga 50 Halaman
Budiman Sudjatmiko mengatakan kubunya memiliki daftar kebohongan atau hoaks yang disebarkan oleh kubu 02.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Budiman Sudjatmiko mengatakan kubunya memiliki daftar kebohongan atau hoaks yang disebarkan oleh kubu 02.
Hal itu diungkapkan saat menjadi narasumber dalam Mata Najwa Trans 7 yang bertajuk 'Tancap Gas Jelang Pilpres', Rabu (6/2/2019).
Budiman menyebutkan pihaknya memiliki daftar hoaks yang disebarkan oleh kubu oposisi.
"Mas Budi jadi anda memiliki ini, daftar list mana yang hoaks, apa faktanya dan siapa pelakunya," tanya pembawa acara Najwa Shihab,
"Saya punya kolom sebagai hoaks, faktanya seperti ini, dan orang membuatnya siapa," ujar Budiman.
"Jadi banyak sekali daftarnya, ada 50 halaman," ulas Budiman,
Ia kemudian menyebutkan sejumlah kabar yang menurutnya telah disebarkan oleh kubu oposisi dan menjadi hoaks.
"Jokowi meminta rakyat berburu kalajengking, faktanya Jokowi memotivasi, bahwa semahal-mahalnya racun kalajengking lebih mahal waktu."
"Kemudian Ahmad Zainuddin PKS mengatakan Jokowi mempermudah tenaga kerja asing, padahal perpres nomor 20 tahun 2018 justru menambambah berat masuknya tenaga kerja asing."
"Kemudian lagi Jokowi abaikan nasib guru honorer, kata Fadli Zon padahal baru saja Jokowi mengeluarkan peraturan yang menguntungkan guru honorer."
• Hidayat Nur Wahid Sebut Dirinya Korban Hoaks: Nggak Ada yang Larang Jokowi Bawa Cucu Main Bombom Car
Ia juga menyinggung mengenai isu penggunaan dana haji untuk infrastruktur padahal menurutnya dari dulu dana haji memang dialokasikan untuk infrastruktur,
Budiman juga menyinggung isu Jokowi tidak membuka 10 juta lapangan kerja, menurutnya setiap tahun tersedia 2 juta lapangan kerja baru.
Sebelumnya, juru bicara BPN 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Miftah Sabri juga mengeluhkan predikat hoaks yang sering diberikan oleh TKN.
"Ini ada yang menarik, memberikan tendensi kepada lawan bicara politik. dan yang dibangun narasinya adalah narasi angle and demons naratif, jadi malaikat Mas Budiman, kami jadi demons," ujarnya.
Ia menuturkan kubunya sering disebut hoaks dan saat memberikan data tidak dipercaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/budiman-sudjatmiko.jpg)