Breaking News:

Pilpres 2019

Singgung Polemik Propaganda Rusia, Andi Arief: Bapak Terlalu 'Halu'

Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief sebut polemik propaganda Rusia yang tengah ramai diperbincangkan merupakan halusinasi dari pihak tertentu.

Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Bobby Wiratama
TribunWow.com/Octavia Monica P
Andi Arief. 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Waksekjen) Partai Demokrat, Andi Arief buka suara soal polemik 'propaganda Rusia' yang sedang ramai diperbincangkan.

Hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter miliknya, @AndiArief_ pada Senin (4/2/2019).

Awalnya Andi Arief menanyakan lewat kicauannya terkait mengapa ada pihak yang masih meneriakan adanya propaganda Rusia.

Padahal menurutnya, sejumlah media hingga penegak hukum telah dikuasai.

"Oposisi diintimidasi, sebagian dipersekusi dan ditangkap, televisi dikuasai, sebagian media besar dikooptasi, aparat hukum berpolitik, lalu kenapa masih teriak propaganda Rusia?" tulis Andi Arief.

AHY Soroti Penangguhan Perjanjian Nuklir AS-Rusia, Ferdinand Justru Ungkit Isu Hoax Propaganda Rusia

Selain itu, dirinya juga menyebut sejumlah pejabat pemerintahan hingga lembaga resmi juga sudah dikuasai.

"Hampir semua menteri, gubermur, bupati dam walikota sampai kepala desa sudah bapak kuasai, intelektual kampus dan lembaga resmi plat merah serta pengamat bapak jadikan tukang, dimana Propaganda Rusia?" imbuhnya.

Lantas, Andi Arief menyatakan bahwa pihak yang masih menyatakan adanya propaganda Rusia, lantaran sedang merasa tersudut jelang Pilpres 2019.

Untuk itu, Andi Arief menyimpulkan bahwa sikap itu disebut sikap 'halu' yang artinya halusinasi.

"Bapak punya segalamya, oposisi bersenjata sisa2. Kalau bapak merasa sekarang tersudut, berarti memang bapak gak melakukan apa-apa.

Bapak terlalu halu dengan post factum pilpres AS dan Malaysia seakan propaganda Rusia sebagai faktor. Halu pak Halu," tegas Andi Arief.

Sandiaga Sebut OK OCE Mart Sepi karena Ekonomi Nasional Lesu, Guntur Romli: Hati-hati Propaganda

Sebelumnya dikabarkan dari Surya, Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut adanya tim sukses yang menggunakan gaya politik 'propaganda Rusia', Sabtu (2/2/2019).

Jokowi merasa hal itu dilakukan oleh salah satu tim sukses untuk menyebarkan berita palsu atau hoaks.

Untuk itu, Jokowi mengajak para alumni perguruan tinggi yang mendukungnya untuk ikut serta memerangi hal itu.

”Saya merasa yang ada di hadapan saya adalah intelektual karena lulusan perguruan tinggi ternama,” papar Jokowi di depan ribuan alumni di Jalan Pahlawan, Surabaya (2/2/2019).

”Oleh karena itu, saya mengajak kawan-kawan sekalian. Saat ini kita menghadapi banyaknya hoaks, kabar bohong yang lalu lalang di media sosial,” sambungnya.

 

Joko Widodo memberikan sambutan saat bertemu dengan relawan yang merupakan alumni dari sejumlah perguruan tinggi, Sabtu (2/2/2019) di jalan Pahlawan, Surabaya.
Joko Widodo memberikan sambutan saat bertemu dengan relawan yang merupakan alumni dari sejumlah perguruan tinggi, Sabtu (2/2/2019) di jalan Pahlawan, Surabaya. (SURYA.co.id/Bobby Constantine Koloway)

 

Lalu, Jokowi menyatakan, dalam berpolitik seharusnya dilakukan dengan cara yang bijaksana.

”Kami ingin menyampaikan dengan cara politik kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa gaya politik kita cara politik yang penuh etika, tata krama, penuh peradaban, penuh dengan sopan santun,” jelas Jokowi.

Menurut Jokowi, hal itu perlu dilakukan sebab ia merasa ada tim sukses yang menyatakan kabar fitnah.

Dahnil Anzar Sebut Ingin Dapat Kuliah Ekonomi Makro dan Jalan Tol dari Jokowi, Said Didu: Ikuttttt

Ia menyebut terdapat tim sukses yang sedang menyiapkan sebuah propaganda Rusia.

”Problemnya, ada tim sukses yang menyiapkan sebuah propaganda Rusia," Ungkap Jokowi.

"Setiap saat selalu mengeluarkan semburan fitnah. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan dusta dan hoaks,” sambungnya.

Untuk itu, dirinya meyakinkan kepada para relawan nantinya untuk ikut memerangi polemik kabar hoaks jelang Pilpres 2019.

”Ini yang harus dilakukan bapak ibu sekalian sebagai alumnus perguruan tinggi. Kami meyakini sebagai arek (warga) Surabaya, pasti wani (berani),” tegasnya.

(TribunWow.com/Atri)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Andi AriefRusiaPilpres 2019Presiden Joko Widodo (Jokowi)Partai Demokrat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved