Kabar Tokoh
Komentari soal Propaganda Rusia, Sudjiwo Tedjo Minta Cara Lain untuk Mengecek Kesalahan Jokowi
Sudjiwo Tedjo mengatakan seharusnya soal Propaganda Rusia yang dikemukakan oleh Jokowi bisa dicek dengan tidak hanya satu pihak
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait propaganda Rusia menuai polemik.
Pekerja seni, Sudjiwo Tedjo juga angkat suara atas pernyataan Jokowi itu.
Hal itu dikatakan Sudjiwo Tedjo melalui Twitter miliknya, @sudjiwotedjo, Senin (4/2/2019).
Sudjiwo tidak mengatakan mendukung Jokowi, namun soal polemik propaganda Rusia, seharusnya ada cara lain untuk mengecek.
Karena selama ini baru dari pihak Kedubes Rusia yang memberikan keterangan melalui Twitter mereka.
• Wakil Ketua BPN: Setelah Diamati Seksama, Tak Ada Timses yang Gunakan Propaganda Rusia
"Aku bukan pendukung Pak Jokowi/siapa pun, tapi logika bahwa Pak Jokowi salah soal “Propaganda Rusia” karena udah dibantah oleh kedubes Rusia, menurutku logika yang agak anu.
Kedubes mana pun ya pasti membantah kalau diginikan.
Cari cara lain untuk ngecek benar/tidaknya Pak Jokowi," tulis Sudjiwo Tedjo.
Dikabarkan sebelumnya, istilah propaganda tersebut mencuat setelah Jokowi menyebut adanya tim sukses yang menggunakan gaya politik 'propaganda Rusia',
Diberitakan dari Surya, Jokowi merasa hal itu dilakukan oleh tim sukses untuk menyebarkan berita palsu atau hoaks, Sabtu (2/2/2019).
Untuk itu, Jokowi mengajak para alumni perguruan tinggi yang mendukungnya untuk ikut serta memerangi hal itu.
”Saya merasa yang ada di hadapan saya adalah intelektual karena lulusan perguruan tinggi ternama,” papar Jokowi di depan ribuan alumni di Jalan Pahlawan, Surabaya (2/2/2019).
”Oleh karena itu, saya mengajak kawan-kawan sekalian. Saat ini kita menghadapi banyaknya hoaks, kabar bohong yang lalu lalang di media sosial,” sambungnya.
• Soal Propaganda Rusia, TKN Tegaskan Jokowi Singgung Konsultan asal Rusia, Bukan Negaranya
Jokowi menyatakan, dalam berpolitik seharusnya dilakukan dengan cara yang bijaksana.
”Kami ingin menyampaikan dengan cara politik kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa gaya politik kita cara politik yang penuh etika, tata krama, penuh peradaban, penuh dengan sopan santun,” jelas Jokowi.