Kabar Tokoh
Sebut Keributan Kasus Rocky Gerung Sudah Overdosis, Mahfud MD: Perlu Diakhiri
Mahfud MD menilai kabar Rocky Gerung yang dipanggil oleh pihak berwajib untuk memberikan klarifikasinya sudah dalam tahap overdosis.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Bobby Wiratama
"Saya belum tahu ya apa yang mau dituduhkan ke Rocky Gerung ya," kata Mahfud.
Menurutnya, pernyataan Rocky Gerung yang dituding penistaan agama itu merupakan buah opini dari seseorang.
"Itu kan orang punya fikiran dan punya perspektif sendiri secara ilmiah lalu dipanggil karena penodaan ya terhadap agama?," lanjutnya, seperti dikutip TribunWow.com.
Mahfud MD juga menyatakan tak menemukan dalil hukum apa yang menjerat Rocky Gerung.
"Saya tidak menemukan dalilnya, mungkin polisi menemukan dalilnya tunggu saja, kita tunggu pengumumannya."
Lalu Mahfud memberikan prediksi kasus itu akan hilang pasca pemilihan umum (pemilu) berakhir.
"Kalau saya tidak paham mungkin ini akan mengendap sampai habis Pemilu lalu hilang sendiri seperti yang lain-lain," ujarnya.
• Rustam Ibrahim Sebut Tak Suka Sombongnya Rocky Gerung, Andi Arief: Jadi Setuju Pemenjaraan
Diketahui Rocky Gerung telah mendapatkan pemanggilan kasus dugaan penistaan agama yang ditujukan padanya.
Namun, ia tidak menghadiri panggilan itu pada Kamis (31/1/2019).
Dikabarkan, Rocky Gerung memenuhi panggilan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Jumat (1/2/2019).
Rocky Gerung dipanggil pihak kepolisian terkait laporan dugaan tindak pidana penistaan agama yang dituduhkan padanya.
Rocky Gerung datang didampingi kuasa hukumnya Haris Azhar sekitar pukul 16.00 WIB.

• Ruhut Sitompul Usulkan Rocky Gerung Ganti Nama Jadi Rocky Bolak-balik karena Hal ini
Saat dimintai tanggapan oleh wartawan, Rocky Gerung sempat menolak.
"Entar aja deh, ngomongnya setelah ke dalam" kata Rocky Gerung, dikutip dari WartaKotaLive.com, Jumat (1/2/2019).
Namun, Rocky Gerung akhirnya menjawab saat sejumlah wartawan tanyakan soal alasan dirinya baru dimintai keterangan penyidik atas pelaporan dugaan tindak pidana yang sudah dilaporkan sejak April 2018 lalu.
"Ada manipulasi. Setiap penundaan, itu ada manipulasi, rumusnya begitu," ucap Rocky.
(TribunWow.com/Atri/Ananda Putri)