Pilpres 2019
Curhat Maruf Amin Empat Bulan Jadi Cawapres: Kalau Dulu Kan Santai jadi Kiai Biasa
Ma'ruf Amin merasa menjadi lebih sibuk dibandingkan sebelumnya saat belum menjabat jadi cawapres. Ini kesibukannya.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Bobby Wiratama
"Belum lama ini ada lah satu pertemuan," terang Ma'ruf Amin santai.
"Setelah debat masih bertemu lagi?," tanya Najwa Shihab sekali lagi.
"Iyaa," terangnya.
• Bicarakan soal Usia, Maruf Amin Disindir Najwa Shihab hingga Sebut Masih Labil
Jarangnya publik melihat kebersamaan antara Ma'ruf Amin dan Jokowi juga turut disoroti oleh Najwa Shihab.
Ia juga tampak menanyakan hal tersebut kepada Ma'ruf Amin secara langsung.
"Karena kemudian jarang melihat Pak Ma'ruf Amin dengan Pak Jokowi banyak interpretasi yang muncul bagaimana sebetulnya chemistry antar kedua tokoh ini, yang dilihat publik adalah di debat," jelas Najwa.
Diketahui, selama debat perdana Kamis (17/1/2019), Ma'ruf Amin memang tidak banyak berbicara.
Hal itu lantas ditanyakan oleh Najwa Shihab untuk mendapatkan klarifikasi dari Ma'ruf Amin.
"Dan ketika debat itu banyak interpretasi muncul bermacam-macam, apakah memang Pak Ma'ruf sengaja mengambil posisi tidak banyak bicara atau ketika itu gugup sehingga hanya menambahkan cukup, atau apa yang sebenarnya terjadi pada momen itu," tanya Najwa Shihab.
Ma'ruf Amin kemudian menjelaskan alasan mengapa dirinya tidak banyak berbicara selama debat berlangsung.
"Ya kita karena kita sudah istilahnya Pak Jokowi (calon) Presiden, saya calon wakil presiden, calon wakil presiden itu kan harus menempatkan sebagai calon wakil."
"Jangan seperti orang seperti apa ya saur manuk begitu, saur manuk itu artinya sini ngomong sini ngomong sini ngomong," kata Ma'ruf Amin.
• Bicarakan soal Usia, Maruf Amin Disindir Najwa Shihab hingga Sebut Masih Labil
Menurut Ma'ruf, penuturan dari Jokowi selama debat sudah cukup mewakili apa yang ingin disampaikan kedua paslon tersebut, untuk itu tidak perlu menambahkan penjelasan lagi.
"Kalau sudah selesai dan sudah memenuhi artinya sudah tercakup tidak perlu ditambah, malah kalau ditambah justru menghilangkan apa namanya itu, kecukupannya itu menjadi hilang itu menjadi rusak."
"Sehingga tidak jelas, tapi dalam porsi-porsi dimana harus saya yang menjawab, saya menjawab," ucap Ma'ruf Amin.