Pilpres 2019
Sandiaga Uno Diteriaki 'Jokowi' di Wonogiri, Ketua DPC Gerindra Solo Berikan Tanggapan
Sandiaga Uno diteriaki 'Jokowi' oleh sejumlah massa saat berkunjung ke Wonogiri, Jawa Tengah
Penulis: Nirmala Kurnianingrum
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno memberikan tanggapan terkait video viral yang menunjukkan calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno diteriaki oleh massa saat melintasi Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada Selasa (29/1/2019).
Awalnya, video itu diunggah oleh seorang warganet melalui akun Twitter @putrabanten80, Selasa (29/1/2019).
Di video berdurasi 32 detik itu tampak Sandiaga Uno melambaikan tangan dari dalam mobil saat melintasi jalanan.
Terdengar beberapa teriakan massa yang berdiri di pinggir jalan berteriak 'Jokowi' ke arah Sandiaga Uno.
Bahkan ada seseorang yang sengaja ingin memukul Sandiaga, namun langsung diantisipasi oleh seorang polisi.
• Kunjungan Sandiaga ke Makassar Ramai Dibahas di Medsos, Ganjar Pranowo: Sudah, Jangan Dikompori
Mendapatkan respon seperti itu, tampak Sandiaga Uno tetap melambaikan tangan dan tersenyum di dalam mobil.
Di keterangan unggahannya, warganet itu menilai bahwa cara kasar yang diberikan orang-orang itu kepada Sandiaga Uno menunjukkan mereka tidak paham demokrasi.
Lebih lanjut akun itu menyebutkan bahwa ada seorang calon pemimpin negara diperlakukan dengan cara kasar, namun tetap senyum dan menyapa.
"Cara Kasar & Prilaku Bar-Bar Kalian Memperlakukan Bang Sandi Menunjukan Kalo Kalian Tdk Paham Demokrasi
Di Saat Seorang Calon Pemimpin Kepala Negara Diperlakukan Dgn Cara Yg Kasar
Namun Dibalik Itu, Bang @Sandiuno Tetap Tersenyum Dan Menyapa Mereka," tulis akun @putrabanten80.
Mengetahui teriakan massa kepada Sandiaga Uno, Ardianto Kuswinarno mengaku Partai Gerindra menyayangkan kejadian itu.
"Partai Gerindra menyayangkan sekali," kata Ardianto, seperti dikutip dari TribunSolo.com, Rabu (30/1/2019).
Ardianto menyebutkan bahwa saat mengunjungi Kota Solo, Sandiaga Uno tidak mendapatkan kejadian serupa.
"Di Solo saja tidak kok, tetapi di Wonogiri kok seperti itu kejadiannya," jelas dia.