Kabar Tokoh
Soal Rencana Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Fadli Zon: Hukum Jangan Jadi Mainan Politik
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon turut memberikan komentar terkait rencana pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir.
Penulis: Vintoko
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon turut memberikan komentar terkait rencana pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir.
Hal itu disampaikan Fadli Zon melalui akun Twitternya, @fadlizon, Selasa (22/1/2019).
Awalnya, Fadli Zon menanggapi cuitan Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis.
• Terkait Pembebasan Baasyir yang Dikoreksi oleh Wiranto, Fadli Zon: Ini Cuma Permainan Politik
Cholil Nafis mentautkan pernyataan Fadli Zon yang menyebut pembebasan Abu Bakar Ba'asyir merupakan manuver politik.
Lantas, Cholil Nafis menyebut politisi menuduh lembaga politik bermuatan politis menjadi hal yang lucu.
"namanya juga lembaga politik di tuduh politis oleh politisi itu lucu...
ya namanya juga bersaing ya.. begitulah," tulis Cholil Nafis melalui akun @cholilnafis.
Menanggapi hal itu, Fadli Zon mengatakan seharusnya hukum berdiri di atas politik karena Indonesia adalah negara hukum.
Fadli Zon menegaskan hukum tidak boleh menjadi mainan politik.
"Harusnya hukum berdiri di atas politik krn kita negara hukum.
Hukum jgn jd mainan politik," tulis Fadli Zon.

Cuitan Fadli Zon, Selasa (22/1/2019). (Twitter/@fadlizon)
Sementara dikutip dari Tribunnews.com, Fadli Zon menilai rencana pemerintah membebaskan Abu Bakar Baasyir memiliki muatan politis.
Dirinya menduga, sosok Yusril Ihza Mahendra yang membebaskan Abu Bakar Ba'asyir tidak bisa dilepaskan dari bagiannya menjadi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Di sisi lain bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus, apalagi dengan tagline bahwa yang membebaskan adalah pengacara TKN jelas ini adalah satu manuver politik," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019).
Menurutnya, rencana pembebasan Abu Bakar Ba'asyir sangat kental dengan nuansa politik.
"Jadi ini adalah satu manuver politik untuk mendapatkan simpati, mungkin inginnya atau harapannya mendapatkan simpati dari umat Islam gitu ya tetapi sangat terlalu kental nuansa politiknya," kata Fadli Zon.
• Klarifikasi Jokowi soal Abu Bakar Baasyir: Pembebasan Bersyarat, Enggak Bisa Saya Nabrak Hukum
Lantas, Fadli Zon juga menjelaskan soal komentar dari pengacara Abu Bakar Ba'asyir.
"Dari sisi hukum saya juga mendengarkan komentar dari pengacara, bahwa memang sudah saatnya diberikan pembebasan sejak bulan Desember mendatang artinya secara hukum juga itu sesuatu yang biasa dan saya melihat dari sisi kemanusiaan ada urusan kesehatan dan lain lain itu menurut saya juga sesuatu yang layak," tutup Fadli Zon.
• Mahfud MD Sebut Abu Bakar Baasyir Tak Bisa Bebas Murni: Kecuali Mau Ubah Aturan untuk Keperluan Ini
Sementara itu diberitakan Tribun Jateng, pengelola Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Kabupaten Sukoharjo atau biasa disebut Ponpes Ngruki hingga saat ini masih menunggu kabar pembebasan sekaligus kepulangan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir.
Mereka tidak terlalu memperdulikan terkait pernyataan Wiranto karena smeua pernyataan berasal dari putra Abu Bakar Ba'asyir.
"Kami masih menunggu informasi dari Jakarta. Sementara, kami mengabaikan pernyataan itu (kajian pembebasan). Kami masih mengacu pada 1 pintu, Ustaz Lim (putra Abu Bakar Baasyir)," kata Humas Ponpes Muchson, Selasa (22/1/2019) siang.
Dia menegaskan persiapan penyambutan Ustaz Abubakar Ba'asyir tetap akan dilanjutkan.
Pihaknya, kata Muchson, masih mengacu pada rencana pembebasan pada Rabu (23/1/2019) esok.
Dia mengatakan, diperkirakan Ustaz Abu Bakar akan pulang pukul 09.00 WIB dari Jakarta.
"Menggunakan jalur darat, perkiraan kami sampai sini sekitar pukul 18.00 WIB," tuturnya.
(TribunWow.com/ Rekarinta Vintoko/ Tiffany Marantika)