Kabar Tokoh
Prasetyo Bongkar Percakapanya dengan Ahok, Bahas Tanggal Pernikahan hingga Diminta Hadiri Undangan
Ahok dikabarkan akan menggelar pernikahan seusai bebas dari penjara. Sahabat dekatnya, Prasetyo membongkar percakapannya dengan Ahok.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
Selain itu, ia juga mengunggah buku yang belum selesai dibaca untuk dijadikan kutipan dalam suratnya.
Melalui tulisan tangannya, Ahok memberikan sejumlah pesan, antara lain terkait pembebasannya tanggal 24 Januari 2019.
Ahok menuturkan, dirinya bersyukur bisa lebih banyak belajar di Mako Brimbob selama 2 tahun terakhir.
• Kata Ketua RT soal Kabar Pernikahan Bripda Puput Nastiti dengan Ahok
Selian itu, setelah bebas, ia pun tak mau dipanggil lagi dengan sebutan Ahok dan lebih memilih dipanggil BTP.
Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan lebih memilih mendekam di Mako Brimbob daripada kembali memimpin Jakarta.
Berikut ini transkrip lengkap surat dari Ahok:
"Kepada saudara-saudara Ahokers
Di manapun saudara berada
Terima kasih atas doa serta dukungannya selama ini untuk saya, Tidak pernah dalam pengalaman hidup saya bisa menerima begitu banyak pemberian dari makanan, buah-buahan, pakaian, buku-buku dan lain-lain dari saudara-saudara.
Saya merasa begitu dikasihi dan kasih yang saudara-saudara berikan kepada saya lebih baik daripada emas dan perak maupun dibandingkan dengan kekayaan yang besar.
Saya mendengar ada yang mau menyambut hari kebebasan saya di Mako Brimob, bahkan ada yang mau menginap di depan Mako Brimob.
Saya bebas tanggal 24 Januari 2019 adalah hari kamis, hari orang-orang bekerja, jalanan di depan Mako Brimob dan di depan Lapas Cipinang adalah satu-satunya jalan utama bagi saudara-saudara kita yang mau mencari nafkah.
Saya sarankan demi untuk kebaikan dan ketertiban umum bersama, dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap.
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi, bahwa saya diijinkan untuk di tahan di Mako Brimob, saya bersyukur tidak diijinkan tidak terpilih di Pilkada DKI 2017.

Jika saya terpilih lagi di pilkada tersebut, saya hanyalah seorang laki-laki yang menguasai Balaikota saja, tetapi saya di sini belajar menguasai diri seumur hidup saya.