Breaking News:

Pilpres 2019

Mardani Ali Sera Sindir Pernyataan Jokowi di Debat Perdana: Lupa Dulu Siapa yang Ingin

Wakil Ketua BPN, Mardani Ali Sera sindir sejumlah pernyataan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi) dalam debat perdana pilpres 2019.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Bobby Wiratama
instagram @mardanialisera
Mardani Ali Sera Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera sindir calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi) terkait pernyataannya dalam debat perdana pilpres 2019.

Hal tersebut tampak dari unggahan Mardani melalui akun Twitter @MardaniAliSera yang diunggah pada Kamis (17/1/2019) malam.

Melalui kicauannya itu, Mardani menyinggung soal kebijakan impor beras Jokowi.

Menurut Mardani, dari pernyataan di debat perdana itu, sudah terjawab siapa yang memutuskan untuk mengimpor beras secara terus menerus.

Saling Serang, Prabowo Bahas Mendag Vs Bulog, Jokowi Singgung Gerindra soal Caleg Eks Koruptor

"Jadi jelas siapa yang memutuskan Impor terus menerus, padahal produksi petani melimpah
#2019GantiPresiden

Dulu janjinya Tidak Akan Impor, ternyata terbongkar dalam rapat kabinet, hanya melihat debat para menterinya.
Lalu bapak yg memutuskan Impor. tega.

#2019GantiPresiden
#DebatPilpres2019
#DebatPertamaPilpres2019
#PrabowoIndonesiaMenang," tulis Mardani.

Melalui kicauan lainnya, Mardani juga mempertanyakan soal pertanyaan Jokowi yang digunakan untuk 'menyerang' calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto.

Jokowi menyerang Prabowo dengan mempertanyakan soal banyaknya caleg eks koruptor dari Partai Gerindra.

Mardani mengaku heran karena keputusan untuk mengizinkan mantan koruptor maju di kontestasi pemilihan legislatif adalah pemerintah.

Bahas Gerindra yang Calonkan Eks-Koruptor Terbanyak, Prabowo: Mungkin Korupsinya Enggak Seberapa

"Sejak awal, kami di Komisi 2, sepakat dengan KPU untuk melarang Mantan napi koruptor Nyaleg. Tapi sikap pemerintah justru berbeda.

Tapi, napikor digunakan utk pertanyaan "menyerang". Lupa dulu siapa yg ingin.

#2019GantiPresiden
#PrabowoIndonesiaMenang
#DebatPilpres2019," kicau Mardani.

Persoalan Impor

Sementara itu, diberitakan TribunWow.com sebelumnya, persoalan impor bahan pangan awalnya dibahas dalam debat saat Prabowo menyinggung soal kepentingan pribadi yang dimiliki oleh para pejabat yang bekerja di sekeliling Jokowi.

"Apakah Bapak bisa menjamin pejabat yang bekerja untuk Bapak tidak memiliki kepentingan pribadi dalam kebijakan yang diambil, terutama terkait impor beras, gula, dan yang merugikan petani?," tanya Prabowo pada Jokowi.

Menanggapi itu, Jokowi mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki 'beban masa lalu'.

Sehingga, hal tersebut membuatnya lebih leluasa untuk bekerja dan memberikan perintah pada pejabatnya.

Jokowi lantas menyebutkan, jika memang ada bukti terkait konflik kepentingan itu, ia meminta agar seluruh pihak bisa menginformasikan dan melaporkannya ke pihak berwajib.

Menurut Jokowi, di era kepemimpinannya, ia terus memperbaiki sistem yang ada, sehingga tidak ada peluang bagi pejabat publik untuk melakukan korupsi.

Prabowo pun kembali mendapatkan kesempatan untuk menanggapi itu.

Prabowo menjelaskan, pertanyaan itu ditujukannya karena ia bingung ada menteri yang memiliki perbedaan pendapat.

"Ada yang mengatakan persediaan beras cukup, tapi ada satu lagi yang justru mengimpor beras. Jadi bagaimana?"

"Pejabat yang Bapak angkat, termasuk Dirut Bulog mengatakan cukup. Tapi menteri perdagangan mengizinkan impor komoditas pangan yang begitu banyak. Ini yang membingungkan," terangnya.

Kembali menanggapi Prabowo, Jokowi menganggap bahwa perbedaan pendapat adalah sebuah hal yang wajar.

Di Debat Pilpres Prabowo Sindir Jokowi yang Banggakan Menteri Perempuan: Kita Bisa Debat Lebih Lama

Namun, terang Jokowi, semua itu melalui permusyawatan dalam rapat.

Sehingga ketika sudah ada keputusan, semua pihak harus mengikutinya.

"Kalau menteri sama pendapat semua malah tidak bagus. Tidak ada saling kontrol, saling mengecek, atau saling mengawasi," jelas Jokowi.

"Tidak usah menteri itu harus sama semuanya. Berbeda nggak apa-apa. Debat di rapat saya persilakan kok. Nanti kalau sudah debatnya, baru saya putuskan impor atau tidak baru kita putuskan.

Pasangan Capres-Cawapres 01 Joko Widodo dan Maaruf Amien bersiap melakukan Debat Perdana Capres dan Cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).
Pasangan Capres-Cawapres 01 Joko Widodo dan Maaruf Amien bersiap melakukan Debat Perdana Capres dan Cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

'Serangan' Jokowi Terkait Caleg Eks Koruptor

Saat membahas soal korupsi, Jokowi mengajukan pertanyaan pada Prabowo.

Jokowi langsung melancarkan 'serangannya' dengan mempertanyakan pandangan Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra di mana partainya merupakan satu dari beberapa partai yang memiliki caleg mantan koruptor paling banyak.

"Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Bapak Prabowo pernah mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah stadium empat, meskipun ini saya enggak setuju," ujar Jokowi sebelum menyampaikan inti pertanyaannya.

"Tapi menurut ICW (Indonesia Corruption Watch), partai yang Bapak pimpin jadi salah satu partai yang paling banyak mencalonkan mantan koruptor atau mantan napi korupsi. Yang saya tahu, caleg yang tanda tangan adalah ketua umumnya, berarti pak Prabowo. Bagaimana tanggapan Bapak soal ini?," tanya Jokowi kemudian.

Menanggapinya, Prabowo mengatakan, ia belum dapat informasi apapun soal apa yang disampaikan ICW.

"Menurut saya itu sangat subyektif. Saya tidak setuju itu. Saya seleksi caleg-caleg tersebut. Kalau ada bukti, silahkan laporkan," Prabowo membalas Jokowi.

Sontak pendukung 02 tertawa mendengarnya.

Bahkan, tampak Sandiaga memperlihatkan senyumannya.

"Ada juga kadang-kadang tuduhan korupsi yang korupsinya karena menerima THR. Saya kira janganlah kita saling menuduh soal partai masing-masing. Saya jamin Partai Gerindra akan melawan korupsi sampai ke akar-akarnya," tegas Prabowo.

"Kalau ada anggota Gerindra yang korupsi, saya yang akan masukan ke penjara sendiri," imbuhnya.

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

Tags:
Mardani Ali SeraJoko WidodoDebat Pilpres 2019
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved