Terkini Internasional
Penelitian Natsal: Mayoritas Remaja Inggris Lakukan Seks saat Masih Belia
Penelitian Natsal dilakukan setiap 10 tahun atau lebih, untuk memberikan gambaran rinci tentang perilaku seksual di Inggris.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Pendiri survei Natsal, Prof Kaye Wellings, mengatakan batasan usia untuk bisa melakukan hubungan seks bukanlah indikator bahwa orang mungkin siap untuk menjadi aktif secara seksual.
• Heboh Gudang Narkoba di Lingkungan Sekolah, Tersangka Ternyata Karyawan Sekolah
"Setiap anak muda berbeda-beda - ada remaja berusia 15 tahun mungkin sudah siap berhubungan seks, sementara ada remaja berusia 18 tahun mungkin tidak siap melakukannya."
Peneliti Dr Melissa Palmer mengatakan: "Temuan kami tampaknya mendukung anggapan bahwa gadis remaja lebih mungkin berada di bawah tekanan dari pasangan mereka untuk melakukan hubungan seks, ketimbang remaja laki-laki.
"Meskipun ada beberapa hasil positif dari penelitian ini, seperti hampir sembilan dari 10 remaja menggunakan metode kontrasepsi yang dapat diandalkan saat pertama kali berhubungan seks, upaya lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa kesehatan para remaja ini terlindungi ketika mereka aktif secara seksual."
Ia mengatakan para remaja ini harus dibekali dengan keterampilan negosiasi yang tepat saat diberi pendidikan seks di sekolah-sekolah, agar mereka memiliki pengalaman seksual pertama yang aman dan positif.
• Vanessa Angel Ditetapkan Jadi Tersangka, Kuasa Hukum: Keadilannya Dimana?
Isabel Inman dari lembaga kesehatan seksual Brook mengatakan: "Kami sangat yakin bahwa usia dan tahap yang sesuai bagi pendidikan seks dan hubungan (relationships and sex education, RSE) harus dimulai sejak dini, untuk memberdayakan anak-anak muda agar mengambil keputusan positif yang tepat bagi mereka." (BBC Indonesia)
Artikel ini telah tayang di BBC Indonesia dengan judul: Kapan remaja Inggris 'melepas' keperawanan atau keperjakaan mereka?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/grafis-seks-bebas.jpg)