Terkini Nasional

Mengapa Baru Sekarang Lion Air, Wings Air dan Citilink Berlakukan Tarif Bagasi?

Kebijakan baru maskapai bertarif rendah, yakni Lion Air, Wings Air, dan Citilink, untuk mengenakan tarif pada bagasi penumpang dikritik.

Mengapa Baru Sekarang Lion Air, Wings Air dan Citilink Berlakukan Tarif Bagasi?
Facebook Lion Air Group
Tradisi water salute menyambut kedatangan pesawat baru B737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/7/2017). 

Maskapai jenis ini meniadakan pelayanan makanan minuman gratis, bagasi cuma-cuma, hingga calon penumpang tidak diberikan keleluasaan memilih tempat duduk.

Dengan begitu, banyak biaya yang dapat ditekan dan berpengaruh pada harga tiket yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan biaya tiket Full Service Airline (FSA) atau maskapai dengan pelayanan penuh.

Komponen biaya operasional lainnya juga ditekan, misalnya ketepatan waktu penerbangan, sehingga maskapai tidak membayar lebih atas keterlambatan keberangkatan, seperti yang tertera dalam laman daring Air Asia.

Lion Air Berlakukan Bagasi Berbayar, Begini Sikap Garuda Indonesia, AirAsia, hingga Citilink

Sejak beroperasi di Indonesia pada 2005 dengan nama Indonesia Air Asia, maskapai ini konsisten dengan atribusi 'no frills' yang artinya tidak ada bagasi cuma-cuma.

Namun beberapa tahun sebelumnya, Lion Air pada 2000 disusul Citilink 2001, dan kemudian Wings Air pada 2003, tidak mengenakan tarif bagasi kepada penumpangnya, kecuali jika kelebihan bagasi, sesuai dengan aturan maksimal berat bagasi yang boleh dibawa masing-masing maskapai.

Bertahun-tahun tidak mengenakan tarif bagasi, baru pada 2019 ini, ketiga maskapai LCC, Citilink, Lion Air dan Wings Air, akan menagih biaya bagasi para penumpangnya saat check in.

Mengapa baru diberlakukan tarif untuk bagasi penumpang?

Dalam siaran persnya, Amelia Yaksa Parijata, VP Sales & Distribution Citilink mengungkapkan bahwa rencana itu dilakukan berdasar Peraturan Menteri Perhubungan, lazim disebut PM 185 Tahun 2015.

Peraturan itu membahas standar pelayanan penumpang kelas ekonomi untuk angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

"Sesuai pasal 3, PM 185 tahun 2015, bahwa Citilink Indonesia termasuk dalam kategori maskapai dengan pelayanan 'no frills' (pelayanan dengan standar minimum)," kata Amelia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: BBC Indonesia
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved