Kabar Tokoh
Jokowi Sebut Realisasi Penerbitan Sertifikat Tanah Melebihi Target, Jutaan di Tahun 2018
Sepanjang tahun 2018, penerbitan sertifikat tanah melampui target awal di tahun 2017. Terdata 9.316.006 sertifikat telah terbagi.
Penulis: Nirmala Kurnianingrum
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Jokowi meminta kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bisa merealisasikan target ini.
Saat ini, kata Jokowi, para pegawai Kementerian ATR bekerja siang dan malam untuk merealisasikan target tersebut.
"Biasanya setahun di kementerian ATR/BPN hanya menyelesaikan 500.000-600.000 (sertifikat) di seluruh Indonesia, targetnya tahun ini 7 juta (sertifikat), 12 kali lipat biar enggak tidur semuanya," kata Jokowi.
Di Rokan Hilir sendiri, lanjut Jokowi, pemerintah menargetkan akan membagi-bagikan 15.000 sertifikat kepada para warga.
Menurut dia, pemberian sertifikat ini dilakukan untuk mengurangi permasalahan sengketa lahan yang kerap terjadi di masyarakat.
"Saya ini kan sering blusukan ke kampung, desa, yang saya dengar (soal) sengketa lahan di mana-mana.
Oleh sebab itu ini yang (ingin) kita selesaikan," ucap Jokowi.
Jokowi Bagikan 2500 Sertifikat Tanah ke Warga Blitar
Diberitakan oleh TribunJatim.com, Kamis (3/1/2019), Kasiatun merasa lega setelah mendapatkan sertifikat tanah dari Presiden Joko Widodo di Pendopo Sasana Adipraja, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kamis (3/1/2019).
Perempuan asal Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, itu sudah bertahun-tahun memimpikan punya sertifikat tanah.
"Saya sudah lega, sekarang sudah punya sertifikat tanah," kata Kasiatun saat berada di atas panggung bersama Presiden Jokowi.
Kasiatun bercerita kepada Presiden sudah sejak lama mengurus sertifikat tanah miliknya tetapi tidak jadi-jadi.
Dia mengaku diombang-ambingkan petugas saat mengurus sertifikat tanah.
Dia beruntung bisa ikut program pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) dari pemerintah pusat.
Dia bisa mengurus sertifikat tanah tanpa dipungut biaya.
"Saya dulu mengurus sertifikat sendiri malah seperti diombang-ambingkan.