Breaking News:

Pilpres 2019

Hinca Panjaitan: Andi Arief Sangat Terbuka bagi yang Ingin Minta Keterangan, Ia Tidak Berupaya Kabur

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan angkat bicara soal Andi Arief yang terlibat hoaks tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Astini Mega Sari
Twitter/@hincapandjaitan
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat menyambangi KPI terkait kasus Asia Sentinel, Rabu (26/9/2018) 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan angkat bicara soal Andi Arief yang terlibat hoaks terkait adanya tujuh kontainer berisi surat suara pemilihan presiden (Pilpres) yang sudah tercoblos di nomor 01.

Hal tersebut disampaikan Hinca melalui unggahan video di laman Twitter @hincapandjaitan, Jumat (4/1/2019).

Hinca yang mengenakan seragam Partai Demokrat tampak berbicara di meja kantornya.

"Hari ini, dunia jagat politik nasional ramai sekali dengan Andi Arief," kata Hinca memulai videonya.

Begini Respon Jokowi dan Sandiaga Dengar Hoaks Puluhan Juta Surat Suara Pilpres 2019 Sudah Tercoblos

"Kami ingin menjelaskan bahwa apa yang disampaikan Andi Arief itu adalah peringatan atau warning system dari seorang politisi atas apa yang terjadi di masyarakat, yang simpang siur, terutama isu tentang kertas suara yang sudah tercoblos itu yang juga sudah ditanggapi dan dicek oleh KPU," tegas Hinca.

Menurutnya, urusan Andi Arief terkait hal tersebut sudah selesai.

Sementara itu, masalah orang yang membuat berita hoaks tersebut, Hinca menegaskan bahwa Andi Arief tak terlibat sama sekali.

"Itulah yang menjadi tugas polisi. Sehingga kalau penyidik mau meminta keterangan dari Andi Arief, ya diperlakukan seperti biasa saja, lewat KUHP," ungkapnya.

"Kalau nanti dipanggil, pasti hadir. Bila perlu, saya sebagai sekjen Partai Demokrat akan mengantarkannya untuk dimintai keterangan sebagai saksi atau pemberi informasi," Hinca kembali menegaskan.

Namun, Hinca kembali menegaskan, Andi Arief bukan penyebar kabar hoaks tersebut.

Soal Surat Suara Tercoblos, Fadli Zon: Cuitan Andi Arief Hanya Minta Itu Dicek, Tak Ada yang Salah

"Justru dia mau menghentikan hoaks itu dengan meminta pada KPU mengecek kebenaran desas-desus di masyarakat yang harus dituntaskan agar pemilu kita tetap di jalurnya," papar Hinca.

Hinca lantas meminta agar semua pihak menjaga agar Pemilu 2019 nantinya berlangsung dengan jujur, adil, dan transparan.

"Apa yang disampaikan Andi Arief, apa yang kami ingin komentari dari Demokrat, bahwa mari kita jaga pemilu kita yang bebas, jujur, adil, dan transparan," katanya.

"Itulah yang jadi acuan kita agar 17 April 2019 semuanya riang gembira. Karena pesta demokrasi adalah pesta kita, negara ini negara kita," pungkas Hinca.

Sementara itu, dari keterangan unggahan video itu, Hinca juga memberikan penegasan bahwa Andi Arief tak akan melarikan diri dari kasus ini.

Ia juga menyampaikan bahwa memerangi hoaks adalah upaya bersama seluruh pihak.

"Sdr Andi Arief tidak tertutup dan sangat terbuka bagi siapapun pihak yang ingin meminta keterangan, ia tidak melarikan diri ataupun berupaya kabur.

Jangan takut, memerangi hoaks adalah upaya bersama, @AndiArief__ hanya berupaya membunyikan sirine, itu sebuah alert," tulis Hinca.

Fahri Hamzah Bahas Hoaks Surat Suara Tercoblos: Negara Hukum Macam Apa yang Kalian Sedang Dirikan?

 

Sementara itu, melalui akun Twitter @AndiArief__, Jumat (4/1/2019), Andi Arief mengaku rumahnya yang berada di Lampung digeruduk oleh dua mobil kepolisian.

Andi Arief memaparkan, dua mobil Polda yang datang kerumahnya itu mengaku sebagai Tim Cyber.

Andi Arief kemudian mempertanyakan Kapolri terkait apa kesalahannya.

Ia menegaskan bersedia hadir dengan cara baik-baik apabila dipanggil oleh pihak kepolisian.

"Rumah saya di lampung digerudug dua mobil Polda mengaku cyber.

Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan.

Pak Kapolri, jangan kejam terhadap rakyat. Salah saya apa.

Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan diperlukan.

Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di Lampung seperti negara komunis.

Mohon hentikan Bapak Presiden," tulis Andi Arief.

 
Kicauan Andi Arief yang mengaku rumahnya digeruduk
Kicauan Andi Arief yang mengaku rumahnya digeruduk (Capture Twitter @AndiArief__)

 

Soal Surat Suara Tercoblos, Fadli Zon: Cuitan Andi Arief Hanya Minta Itu Dicek, Tak Ada yang Salah

Sebelumnya, beredar hoaks mengenai adanya tujuh kontainer berisi surat pemilihan presiden yang sudah dicoblos atau terpakai.

Kabar ini awal mulanya heboh dan beredar di grup percakapan aplikasi pesan instan WhatsApp.

Selain itu, kabar ini juga makin mendapatkan perhatian masyarakat setelah Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief, menuliskan kicauan terkait hal tersebut di laman Twitternya.

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," tulis akun @AndiArief__, pada pukul 20.05, Rabu (2/1/2019).

 

Kicauan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief soal adanya surat suara tercoblos sebanyak 7 kontainer.
Kicauan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief soal adanya surat suara tercoblos sebanyak 7 kontainer. ((TWITTER.COM/ANDIARIEF_))

Kicauannya ini pun ramai diperdebatkan.

Banyak pihak menyebutkan bahwa Andi Arief adalah seorang penyebar hoaks.

Menanggapi hal tersebut, Andi Arief pun menegaskan jika kicauannya itu hanya berupa imbauan agar ada pihak yang melakukan pengecekan terkait kabar tersebut.

"Saya mengimbau supaya dilakukan pengecekan," ujar Andi Arief, Kamis (3/1/2019) pada Kompas.com.

Andi Arief menegaskan, hal tersebut sudah jelas tertulis di twit yang ia buat.

Andi Arief menyayangkin ada pihak-pihak yang justru menuding bahwa dirinya adalah penyebar hoaks.

Sementara itu, mengutip dari Tribunnews.com, Kabareskrim Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan akan memanggil semua pihak yang terkait dengan kasus hoaks surat suara ini.

Semua pihak itu, termasuk Andi Arief.

"Semua pihak yang berkaitan dengan beredarnya isu pasti akan dilakukan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, siapapun dia," ujar Arief Sulistyanto di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Bukan soal Surat Suara Tercoblos, Ini yang Disayangkan Pakar Komunikasi Politik di Twit Andi Arief

Selain itu, Arief Sulistyanto menegaskan, pihaknya masih terus melakukan investigasi dan mengidentifikasi rekaman yang beredar.

"Dari tadi malam sudah investigasi, saya juga dapat info dari teman-teman media juga. Masih diidentifikasi, kalau teman-teman tahu itu siapa, lapor kepada saya, segera saya dalami," tegasnya.

Tak hanya Arief Sulistyanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono juga mengatakan, pihaknya akan mencari tahu pelaku yang pertama kali menyebarkan informasi bohong itu.

"Tentunya kami akan melakukan penyelidikan oleh tim cyber. Nanti kami akan mencari siapa yang pertama kali meng-upload, nanti siapa yang pertama dan di mana," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/1/2019), seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut Argo, pihaknya telah meminta penjelasan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah memastika bahwa informasi itu tidaklah benar.

"Jadi diimbau kepada masyarakat untuk arif dan untuk saring pemberitaan itu. Dicek dulu sumbernya dari mana, kemudian baru kita tahu apakah itu boleh di-share atau tidak," ujar Argo.

Ferdinand Bela Andi Arief soal Surat Suara Tercoblos, Ruhut Sitompul: Aku Ketawa Termehek-mehek Lah

(TribunWow.com)

Tags:
Hinca PanjaitanAndi AriefBerita Hoaks Surat Suara Telah Dicoblos
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved