Tsunami di Banten dan Lampung
Sebut Putranya Tabah setelah kepergian Herman Seventeen, Juliana Moechtar: Papa Udah di Surga
Selalu menangis saat ditinggal sang ayah manggung, kini putra Herman Seventeen tabah ditinggalkan sang ayah untuk selamanya.
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Herman Sikumbang, gitaris grup band Seventeen, turut menjadi korban meninggal dunia karena terjangan gelombang tsunami di wilayah pesisir Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018).
Selain meninggalkan sang istri Juliana Moechtar, Herman juga meninggalkan dua anak yakni Hafuza Dhamiri serta Hisyam Quraisy.
Juliana Moechtar melalui Instagram Story @julianamoechtar, mengunggah ulang postingan Instagram Xmilik putra sulungnya, Hafuza, pada Rabu (26/12/2018).
Dalam Instagram Story milik akun @hafuzadhamiri itu, tampak Hafuza sedang menangis di dalam mobil di samping tas sekolahnya.
• Dua Hari Herman Seventeen Dimakamkan, Putra Sulung Herman Rajin Kunjungi Makam sang Ayah
Pada caption tertulis bahwa Hafuza memang selalu menanyakan keberadaan sang ayah sepulangnya dari sekolah.
Ketika mamanya menjawab jujur bahwa sang ayah sedang pergi jauh untuk manggung, Hafuza seketika langsung menangis.
Bahkan tangisannya seperti orang yang sedang patah hati, sambil merengek ingin ikut sang ayah.
Sembari menangis, Hafuza juga mengatakan jika ia ingin melakukan semua kegiatan bersama dengan sang ayah.
• Putra Herman Seventeen Unggah Foto Terakhir Bersama sang Ayah sebelum Ditinggalkan untuk Selamanya
"Asal pulang sekolah yg sll ditnya papa msh dirumah? Udh pergi? Main gitar?
Dan kalau udh mamanya bilang jujur, " papa pergi naik pesawat kerja dulu Cari duit buat fuza" dannnn ekspresinyaaaaa jreeeng jreeenggg mewekkk, meloowww gak karuan kyk org parah hati.
mulai ngomong "fuza ikuttt" , fuza mau temeni papa main gitar, fuza mau bobo sm papa , fuza bla bla bla bla bla, drama dimulai," begitu bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.
• Suasana Pemakaman Herman Seventeen, Dihadiri Ratusan Warga hingga Kedua Anak Tabur Bunga di Pusara
Menanggapi caption itu, Juliana Moechtar mengungkapkan bahwa sang putra sulung memang selalu menangis kala ditinggal kerja oleh Herman.
Ia juga mengucapkan rasa syukurnya lantaran Hafuza kini terlihat tabah ditinggalkan sang ayah untuk selamanya.
"Dulu Dan sampe sekarang almarhum msh ada asal di tinggal kerja sll nangis , tp skrg ngeliat papa alhamdulillah sangat tabah ... papa udh di surga ya nak @hafuzadhamiri," tulis Juliana Moechtar.

• Yenny Wahid: Ada yang Bilang Lagu Kemarin Karya Herman Seventeen Itu Lagu untuk Mengenang Gus Dur
Pada Instagram Story berikutnya, Juliana Moechtar mengungkapkan harapannya supaya sang putra bisa tetap kuat dan menjadi kebanggaan ayahnya.