Hari Natal
Menilik Usaha Kerajinan Rosario di Yogyakarta Omset Puluhan Juta, Jelang Natal Permintaan Meningkat
Jelang hari raya Natal 2018, para pengrajin pernak-pernik Natal pun disibukkan dengan berbagai permintaan pesanan pernak-pernik natal.
Penulis: Wulan Kurnia Putri
Editor: Astini Mega Sari
Bahan-bahan tersebut terbuat dari kayu hingga kuningan.
Sedangkan untuk bahan-bahan yang terbuat dari plastik, Sihono mengimpornya dari China.
"Untuk bahan-bahannya kita bikin sendiri, tapi ada beberapa yang kita impor dari China," jelasnya.
• 5 Film Paling Cocok Untuk Hangatkan Perayaan Natal, Home Alone Termasuk Andalannya!
"Kita beli kayu satu truk setahun sekali dari perhutani lengkap pakai surat ijin," imbuhnya.
"Kayu-kayu itu kemudian digerjaji sesuai dengan model yang dipesan," ungkapnya.
"Semua dikerjakan sendiri sama karyawan kita, ada sekitar 20 orang," tambahnya.

Hasil karya tersebut kemudian disuplai ke toko peribadatan yang kemudian di jual ke gereja-gereja di seluruh Indonesia hingga didistribunsikan ke luar negri.
Sihono menjadi penyuplai rosario untuk toko tersebut.
"Kita kirim produk ini ke satu toko, kita jadi penyuplai ditoko itu, rutin satu minggu sekali pasti," tambahnya.
Dalam satu minggu, Sihono diminta untuk menyuplai 100 buah rosario dinding.
Sihono juga diminta untuk mensuplai rosario gereja sebanyak 5 buah dalam satu minggu.
Sedangkan untuk rosario umat, Sihono diminta untuk menyuplai sekitar 200 buah.
• 10 Inspirasi Ucapan Natal Paling Pas untuk Dikirim ke Saudara dan Kerabat Melalui Whatsapp

Soal harga, rosario gereja dijual Rp 400 ribu.
Sedangkan rosario dinding ia jual seharga Rp 30 ribu hingga Rp 45 ribu tergantung ukuran.
Sementara untuk rosario umat, dijual mulai dari Rp 2500 hingga Rp 20 ribu.