Kabar Tokoh
Cerita Mahfud MD soal Pernyataannya Sering Dikapitalisasi Pendukung Tertentu hingga Ajakan 'Golfud'
Mahfud MD mengatakan soal istilah golfud hingga pengakuannya yang sering dikapitalisasi oleh pendukung tertentu.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan soal istilah golfud hingga pengakuannya yang sering dikapitalisasi oleh pendukung tertentu.
Hal ini diungkapkan Mahfud MD saat menjadi narasumber di program YouTube Asumsi, Minggu (23/12/2018).
Ia berbincang dengan pembawa acara Asumsi, Pangeran Siahaan yang mempertanyakan soal golfud atau golongan Mahfud yang sering diartikan dengan golput (golongan putih).
Menjawab pernyataan tersebut, Mahfud mengatakan bahwa ide Golfud sangat bertentangan dengan golput.
"Idenya itu tidak sama bahkan mungkin bertentangan dengan golput, Golput itu kan ekspresi dari kekecewaan pemilih yang kemudian tidak mau memilih, kemudian gak mau ke gambar, tapi kalau golfud itu idenya justru nyuruh memilih cuma pilihannya tidak memihak tidak partisan," ujar Mahfud.
• Mahfud MD Mengaku Sempat Dukung Fadli Zon Penjarakan Sudirman Said, tapi Berubah karena Ini
Lalu ia memberikan imbauan, pemilihan umum (pemilu) merupakan hak konstitusi setiap warga untuk digunakan.
Karena, jika masyarakat tak menggunakan haknya, maka kemungkinan pemimpin yang buruk akan bisa memimpin.
"Pemilu itu agenda konsititusional untuk hak konstitusional, rugi kalau orang nggak milih, karena milih karena tidak milih, pemimpin akan tetap terpilih."
"Dalam keadaan begitu yang diuntungkan adalah orang yang secara politik tidak baik, karena yang baik-baik tidak mau milih gitu kan,' tegas Mantan Ketua MK ini.
Mahfud menambahkan saat ini dalam pemilu tidak ada pilihan yang benar-benar bagus dan ideal untuk dipilih.
Namun, memilih bukan untuk mencari yang baik melainkan pilih yang lebih baik di antara kedua kandidat.
"Golfud itu mengasumsikan pilih yang lebih baik karena yang baik itu sebenarnya tidak ada. Pilih yang lebih baik dari sama-sama yang tidak baik, atau pilih yang lebih baik dari yang sama-sama baik."
• Adu Argumen dengan Rizal Ramli soal Kontrak Freeport, Mahfud MD: Masalahnya Tak Semudah Itu
"Tapi nyatanya tidak ada yang bagus beneran, ya sudah pilih saja yang ada karena negara ini tetap harus berjalan Anda memilih atau tak memilih," ujar pakar hukum tata negara ini.
Pembawa acara, Pangeran Siahaan pun menegaskan siapa yang dimaksud orang jahat tersebut.
Namun, Mahfud enggan memberikan pernyataan mendetail.