Breaking News:

Pemilu 2019

SBY Minta Tidak Diganggu saat Kampanye, TKN Jokowi: Jangan Berprasangka

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto menanggapi pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta tidak diganggu saat kampanye.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, Hasto Kristiyanto, saat ditemui di kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto memberikan tanggapannya soal pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta tidak diganggu saat berkampanye.

Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com, Hasto mengaku jika dirinya heran mendengar pernyataan SBY.

Hasto berpendapat, akan lebih baik jika para pemimpin menyampaikan sebuah pernyataan yang dapat membangun persaudaraan menjelang pemilu 2019.

Bukan justru membangun prasangka di masyarakat.

Jawaban AHY saat Ditanya soal Pasangan 01 Bikin Pembawa Acara Terpingkal-pingkal

“Karena itulah sebaiknya para pemimpin menyampaikan pernyataan hal-hal yang membangun peradaban, pernyataan yang membangun persaudaraan jangan prejudice (berprasangka) dalam proses pemilu ini,” kata Hasto di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).

Perlu diketahui, omongan Hasto itu menanggapi pernyataan SBY setelah pertemuan dengan capres Prabowo Subianto.

Keduanya bertemu di kediaman SBY, di Mega Kuningan, Jakarta, pada Jumat (21/12/2018).

Saat jumpa pers setelah acara, SBY memberikan pesan untuk tidak diganggu selama kampanye.

"Tolong kami jangan diganggu karena kami tidak akan mengganggu siapapun," ujar SBY di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018), seperti dikutip dari TribunnewsBogor.com.

SBY menegaskan, pihaknya ingin melakukan kampanye pemilu dengan baik dan menjalankan politik dan kampanye pemilu sebagaimana yang digariskan oleh konstitusi undang-undang sistem dan peraturan yang berlaku.

"Biarlah semua mendapatkan ruang dan jalan untuk pergi. Biar masing-masing berjuang sekuat tenaga," paparnya.

Peringati Hari Ibu, Jokowi Beri Kejutan Berupa Pesan Penuh Cinta untuk sang Ibu

Menurutnya, pemilu yang indah dan damai serta demokrasi yang jujur dan adil merupakan dambaan seluruh rakyat.

"Kalau itu terjadi rakyat akan bisa menerima dengan ikhlas siapapun yang terpilih nanti. Tetapi kalau tidak itu yang terjadi 4 bulan kedepan tentu keikhlasan dari siapapun untuk menerima hasil pemilu menjadi berkurang dan ini harus kita cegah bersama-sama," papar SBY.

Selain itu, diberitakan TribunWow.com sebelumnya, SBY juga menjelaskan sejumlah pembahasan lainnya dalam pertemuannya dengan Prabowo.

SBY mengungkapkan jika dirinya dan Prabowo memiliki tujuan yang sama.

"Kami tentu ingin pak Prabowo menang dalam pilpres. Tetapi baik Partai Gerindra maupun Partai Demokrat juga ingin sukses memiliki suara yang makin besar di parlemen kita," jelasnya.

Selain itu, di pertemuan mereka, jelas SBY, juga terjalin kesepakatan untuk fokus membantu Prabowo memaparkan visi misi dan program yang akan dilaksanakan jika memenangkan Pilpres.

"Kami juga sepakat, mulai Januari hingga bulan April mendatang, yang insya allah 3,5 bulan mendatang, fokus utama kami adalah menjadikan Pak Prabowo sebagai presiden."

"Terutama untuk menjelaskan pada seluruh rakyat Indonesia yang akan memilih nanti siapa presiden dan wakil presiden yang lebih diyakini bisa mewakili negeri ini lima tahun mendatang dengan lebih baik lagi," paparnya.

"Maka yang akan disampaikan nanti adalah lebih kepada visi misi serta tawaran program dan kebijakan," jelas SBY kemudian.

Bahas soal Freeport, Mahfud MD Sebut Pemerintahan SBY Sempat Diancam

SBY juga membahas soal kekhawatiran soal kecurangan dalam Pemilu 2019.

SBY mengatakan jika dirinya mendengar banyak pihak yang mengaku khawatir akan terjadi penyimpangan atau kecurangan dalam pemilu mendatang.

Sebagai mantan capres dua kali, SBY mengaku tidak bisa begitu saja mengamini bahwa bakal terjadi praktik-praktik kecurangan, bisa saja hal tersebut merupakan kabar hoaks.

"Tetapi yang banyak sekali menyampaikan, kami sepakat, bagaimanapun kita semua harus menjalankan pemilu yg damai, jujur, dan adil," ungkapnya.

Oleh karena itu, jelas SBY, dirinya dan Prabowo perlu bekerja sama dan mencegah agar jangan sampai ada kecurangan di Pemilu 2019 mendatang.

"Sebab kalau ada kecurangan, apalagi masif, tidak baik bagi negeri. Tercoreng demokrasi kita, tercoreng pemilu kita. Apalagi kalau rakyat tidak terima," paparnya.

"Melalui mimbar ini kami juga harus mengatakan, kalau tidak damai jujur dan adil, saya khawatir tidak baik untuk kehidupan bangsa ini pasca 2019 nanti," imbuhnya.

(TribunWow.com)

Tags:
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Pemilu 2019Hasto Kristiyanto
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved