Pengaturan Skor
Media Malaysia Ikut Bongkar Nama Mafia Sepak Bola Indonesia di Final Piala AFF 2010
Media asal Negeri Jiran, Inikanbola mengungkap hal itu seiring ramainya isu match fixing final Piala AFF 2010 antara timnas Indonesia kontra Malaysia.
Editor: Bobby Wiratama
Ketiga pemain yang disebutkan yakni Markus Horison, Firman Utina, dan Maman Abdurrahman.
Istilah kata, tiga pemain tersebut disogok oleh bandar atau mafia yang mana otak pelakunya yakni Nirwan Bakrie itu sendiri.
Media asal Negeri Jiran ini menyebut nama Nirwan juga dilandasi atas gencarnya publik mengeluarkan pendapat soal pria yang merupakan bos dari Andi Darussalam.
Nirwan Bakrie dinilai telah mempertaruhkan Indonesia dan menjual tiga pemainnya hanya untuk kepentingan kantong pribadi.
Bahkan Nirwan Bakrie disebut mengalihkan CCTV di ruang ganti pemain timnas Indonesia guna terhindar dari sorotan.
Sebab kala itu diduga ada salah seorang pengurus PSSI yang masuk ke dalam ruang ganti pemain, seperti yang diutarakan pelatih Alfred Riedl.
Namun anggapan tersebut pun dibantah oleh bomber timnas Indonesia, Bambang Pamungkas. Bahkan Bepe, sapaan akrabnya berani bersumpah.
• 10 Quote Menyentuh yang Pas Dibagikan di Hari Ibu, Cocok Diucapkan Langsung & Jadi Caption Instagram
• Warga Pati Dihebohkan Terciduknya Dua Pria Telanjang Dalam Mobil, Polisi Temukan Sabu di TKP
Bambang memiliki fakta-fakta yang menyebutkan bahwa tidak satu pun oknum pejabat PSSI mendatangi ruang ganti.
Fakta-fakta tersebut dijabarkan Bambang dalam sebuah tulisan berjudul "Sangat Memalukan" yang diunggah di situs pribadi bambangpamungkas20.com.
Pernyataan Lengkap Andi Darussalam terkait Pengaturan Skor
Sementara itu, Mantan Manajer Timnas Indonesia, Andy Darussalam, pada acara 'Mata Najwa' edisi 'PSSI Bisa Apa Jilid 2', Rabu (19/12/2018) menyebut terdapat kejanggalan pada laga final Piala AFF 2010.
Kejanggalan tersebut membuat Timnas Malaysia berhasil membobol pertahanan Indonesia.
"Sampai detik ini saya tidak bisa lupa. Pada menit awal (gol) pertama, harusnya Maman Abdurrahman biarkan itu bola, dan akan offside atau keluar, tapi Maman biarkan itu agar pemain lawan untuk bisa memberikan umpan. Di situlah gol pertama," jelas pria Andi.
Selain gol pertama, menurut pandangan Andi, gol kedua juga mengandung unsur keanehan.
"Gol kedua, demikian juga, gol itu begitu cepat dan mudah dicetak Safee Sali. Jadi saya tidak pernah lupa, karena cita-cita saya hanya satu. Saya belum pernah membawa Indonesia juara," jelas Andi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/timnas-ina.jpg)