Kabah Tokoh
Rencanakan ITF Sunter Rampung 2021, Anies Baswedan Sampaikan Target Pembangunan
Anies Baswedan mengungkapkan targetnya terkait pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) melalui unggahan Instagram pribadinya @aniesbaswedan
Penulis: Nirmala Kurnianingrum
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan targetnya terkait pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF).
Dilansir Tribunwow.com di laman Instagram pribadinya @aniesbaswedan pada Kamis (20/12/2018), Anies menyampaikan bahwa ITF Sunter ditargetkan akan selesai pada tahun 2021.
Anies mengatakan ITF Sunter ini dibangun sebagai solusi mengatasi puncak kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang akan penuh tahun 2021.
• Penuhi Satu Janji Kampanye, Anies Baswedan: Kami akan Bangun ITF
Selanjutnya, Anies menerangkan bahwa ITF ini hanya upaya Pemerintah Provinsi Jakarta dalam mengatasi sampah di hilir, bukan hulu.
Anies menambahkan, untuk pengelolaan sampah dari hulu, dimulai dari rumah, kantor dan lingkungan masing-masing.
"Pembangunan ITF (Intermediate Treatment Facility) Sunter ditargetkan akan selesai pada tahun 2021, untuk mengantisipasi puncak kapasitas TPST Bantargebang yg akan penuh pada tahun itu.
Namun ITF ini hanya upaya Pemprov mengatasi sampah di hilirnya, kita juga harus kelola sampah dari hulunya, mulai dari rumah, kantor, lingkungan masing-masing.
Teman-teman punya peran penting dalam mewujudkan. Bagaimana caranya?," tulis Anies sebagai caption.
Diberitakan dari Watakotalive.com pada Kamis (20/12/2018), Anies Baswedan telah meletakkan baru pertama (groundbreaking), untuk menandakan dimulainya pembangunan pengolahan sampah di dalam kota alias Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter.
• Bangun ITF, Anies Baswedan Kembali Tunaikan Janji Kampanye
"Hari ini kita masuki sejarah baru, babak baru di Jakarta. Pertama kali kita bangun ITF dengan kapasistas yang bisa mengolah seperempat dari produksi sampah yang ada," ujar Anies Baswedan di lokasi, Kamis (20/12/2018).
Dibangunnya ITF ini bisa mengolah 2.200 ton sampah dari 8.000 ton setiap hari di Jakarta. agar bisa mengurangi pembuangan di Bantargebang Bekasi.
"Kita tahu bahwa selama ini kita hanya membuang sampah dikumpulkan di Bantargebang, itu sudah tidak lagi sanggup untuk menampung di tahun 2021," kata Anies Baswedan.
Tak kalah penting, ITF juga dirancang agar ramah lingkungan dan memenuhi standar lingkungan tertinggi Uni Eropa.
"Dioperasikan dengan standar lingkungan hidup sangat tinggi, jadi ITF dibangun dengan seluruh standar ramah lingkungan mengikuti ketentuan di Uni Eropa," tutur Anies Baswedan.
Teknologi yang dipakai bisa mengonversi energi panas menjadi energi listrik yang menghasilkan 35 megawatt.
"Residu-residunya semuanya bisa dipakai kembali, baik berbentuk debu, baik berbentuk mepal, maupun bisa juga digunakan sebagai bentuk tanaman, jadi insyallah pemanfaatanya sangat optimal," jelas Anies Baswedan.
ITF diharapkan bisa dimanfaatkan hingga 25 tahun untuk membantu pengolahan sampah di Jakarta.
(TribunWow.com/ Nirmala)