Breaking News:

Terkini Daerah

Diduga Berasal dari Ledakan Tabung Gas 3 Kg, 7 Rumah di Jakarta Pusat Terbakar

Tujuh rumah terbakar di pemukiman padat penduduk di kawasanGunung Sahari Utara, Jakarta Pusat Jumat (21/12/2018).

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TribunJakarta.com/Leo Permana
Tujuh rumah terbakar di pemukiman padat penduduk di kawasanGunung Sahari Utara, Jakarta Pusat Jumat (21/12/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Tujuh rumah terbakar di pemukiman padat penduduk di kawasan Jalan Rajawali Selatan 1 RW 14 RW 02, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat.

Kebakaran yang terjadi Jumat (21/12/2012) pagi tersebut diduga berasal dari ledakan gas 3 kilogram atau yang kerap disebut gas melon dari sebuah rumah kontrakan, dikutip TribunWow.com dari Tribun Jakarta.

Menurut penuturan Kasiops Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin, menyebutkan ada tujuh rumah, 17 kepala keluarga (KK) dan 70 korban jiwa terdampak.

Sementara itu, untuk korban meninggal dunia tercatat nihil.

Dua Pria Tanpa Busana Pelukan di Mobil Parkir di Depan Pasar Trangkril Pati, Sempat Dikira Gila

"Untuk data awal tadi kita jumlah sama Pak RW dan Pak lurah ada 7 rumah, 17 KK, 70 jiwa, untuk korban jiwa nihil," terang Syarifudin.

Lebih lanjut, meskipun ada dugaan penyebab kebakaran karena kebocoran gas, namun Syarifudin menyebut bahwa penyebab kebakaran di pemukiman padat penduduk ini masih diselidiki oleh pihak berwenang.

Menanggapi hal ini, pihak pemadam kebakaran mengerahkan 23 unit pemadam kebakaran (damkar) setelah menerima laporan warga pada pukul 07.20 WIB.

Damkar yang diterjunkan ke lokasi tak hanya dari unit Jakpus namun juga dari unit Jakarta Utara (Jakut) sebanyak 5 unit.

"Kita kerahkan unit keseluruhannya 23 unit, terdiri dari Jakpus 18 unit dan Jakut 5 unit," kata Syarifudin.

Polisi Selidiki Kasus Bocah yang Tewas Dalam Mobil di Kawasan Karawaci

Dalam proses pemadaman tersebut, petugas cukup kesulitan mencapai lokasi dikarenakan akses jalan yang sempit dan tidak adanya sumber air.

"Kalau untuk sumber air kita tidak ada, karena lokasi dekat dari Kali Item, kita estafet dari sananya," Syarifudin menambahkan.

Dikutip dari Tribun Jakarta, saat ditemui di lokasi kejadian, Nikmaidah (43) atau yang kerap disapa Iik, satu di antara korban dalam tragedi tersebut mengaku sedang mencuci piring saat kejadian terjadi.

"Saya dengar teriakan suara warga yang saya kenal, kebakaran, kebakaran, saat itu saya sedang cuci piring di lantai bawah rumah," ujar Iik.

"Saya ke bawah dan keluar tanya warga, ada apa ini, lalu saya balik ke dalam untuk selamatkan anak dan cucu saya yang terlelap di lantai atas," tambahnya.

Fakta-fakta Ditemukannya Jasad 2 TNI di Selokan, Kronologi hingga Dugaan Sementara

Setelah menyadari bahwa ada api yang berkobar di lingkungan tempat tinggalnya, ia pun segera turun bersama anak-anak dan cucu-cucunya menuju tempat yang lebih aman.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Tags:
KebakaranJakarta PusatTabung Gas
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved