Breaking News:

Kabar Tokoh

Tanggapi Pernyataan Jokowi soal Kriminalisasi Ulama, Fahri Hamzah: Ini Membuat Presiden Turun Kelas

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan tanggapannya soal Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengungkit soal kriminalisasi ulama.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
dpr.go.id
dpr.go.id Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat membuka acara Press Gathering dalam rangka Silaturahmi DPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Wisma Griya Sabha DPR RI, Kopo, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/11/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, memberikan tanggapannya soal Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengungkit soal kriminalisasi ulama.

Tanggapannya itu disampaikan Fahri Hamzah di laman Twitter miliknya, @Fahrihamzah, pada Rabu (19/12/2018).

Ia mengungkapkan, pihak Jokowi yang menyuruh sang presiden berbicara soal kriminalisasi ulama itu membuatnya gemas.

Ini dikarena, menurut Fahri, istilah kriminalisasi ulama itu sudah muncul sejak kasus Habib Rizieq dan sejumlah ulama lainnya sejak 2016.

Tuai Protes, Mahfud MD Beri Penjelasan Alasan Panggil Bahar bin Smith dengan Sebutan Bakar bin Smis

Menurutnya, pernyataan itu membuat sang presiden turun kelas.

"Konsultan Citra Yang nyuruh presiden @jokowi bicara soal #KriminalisasiUlama dalam momen #HabibBahar itu bikin Gemes.

Istilah kriminalisasi ulama itu muncul dalam kasus #HabibRizieq dan banyak ulama sejak 2016 yg Dulu presiden diam saja.

Sekarang malah ngomong ambil untung."

Pantas aja kalau Orang bilang, 'presiden kemana aja selama ini?'.

Mengomentari kasus #HabibBahar ini membuat presiden turun kelas jauh. Jauh sekali. Dari kelas berat ke kelas layang-layang (emoticon tersenyum lebar).

Aneh memang, PENASEHAT presiden selalu salah bisikan, ini termasuk bisikan sesat," tulis Fahri Hamzah.

Beredar Rekaman Diduga Suara Habib Bahar bin Smith sebelum Ditahan, Begini Isinya

Sementara itu, diberitakan TribunWow.com sebelumnya, Jokowi sempat buka suara soal kriminalisasi ulama yang disampaikan kepadanya.

Hal ini ia sampaikan dalam sebuah pidato di acara Deklarasi Akbar Ulama Madura di Bangkalan, pada Rabu (19/12/2018).

Mantan Walikota Surakarta ini membantah adanya kriminalisasi ulama.

Jokowi mencontohkan ada seseorang yang melakukan tindak pidana penganiayaan atau pemukulan, maka kasus tersebut termasuk pidana.

Halaman
123
Tags:
Joko WidodoFahri HamzahUlamaHabib Bahar bin SmithTwitter
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved