Breaking News:

Kabar Tokoh

Dituding Kerap Salahgunakan Dana, Lembaga Amal Donald Trump Ditutup

Lembaga amal milik presiden Amerika Serikat ditutup pada Selasa (18/12/2018) karena diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan politik.

Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Bobby Wiratama
assets.kompas.com
Lembaga amal milik presiden Amerika Serikat ditutup pada Selasa (18/12/2018) karena diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan politik. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump menutup lembaga amalnya The Donald J. Trump Foundation dan memberikan seluruh aset yang tersisa dibawah pengawasan pengadilan sebagai bagian dari investigasi yang sedang berlangsung oleh Jaksa Agung New York pada Selasa (18/12/2018).

Lembaga tersebut digugat oleh Jaksa Agung, Barbara Underwood, karena dianggap berfungsi abal-abal atau tidak lebih dari sekedar buku cek untuk melayani kepentingan bisnis dan politik Trump serta aktivitas ilegal lainnya.

Dikutip Tribunwow.com dari washingtonpost.com, Gugatan tersebut diajukan bulan Juni lalu.

Underwood terus mencari lebih dari $ 2,8 juta dalam restitusi dan meminta hakim untuk melarang segala aktivitas lembaga amal Trump beroperasi untuk sementara.

Sempat Dikira Cemburu saat Iriana Mengobrol dengan Donald Trump, Jokowi: Jelas Ganteng Saya

Underwood mengatakan bahwa penyelidikannya menemukan 'pola ilegalitas mengejutkan' yang melibatkan Trump Foundation - termasuk koordinasi aktivitas yang melanggar hukum dalam kampanye kepresidenan, dan masih banyak lagi.

Trump menggunakan uang amal dari lembaganya untuk membayar penyelesaian hukum di bisnis pribadinya, membeli seni untuk salah satu klubnya dan untuk memberikan sumbangan politik terlarang.

Trump membantah bahwa organisasinya telah melakukan kesalahan.

Pada akhir 2016, dia mengatakan ingin menutup yayasan tersebut sebelum menjadi presiden untuk menghindari munculnya konflik kepentingan.

Tetapi Jaksa Agung mencegah langkah tersebut sembari melanjutkan proses investigasi.

Donald Trump Saling Serang dengan Emmanuel Macron soal Nasionalisme dan Globalisme, SBY: Menarik

Selain menutup badan amal itu, Jaksa Agung telah mengajukan gugatan yang dapat menghalangi Presiden Trump dan tiga anak tertuanya dari dewan amal New York lainnya.

Dalam pengajuan pengadilan di New York, Underwood mengatakan bahwa uang $ 1,75 juta yang tersisa di lembaga tersebut akan didistribusikan ke badan amal lain yang disetujui kantornya dan seorang hakim negara bagian.

Sebagai bagian dari perjanjian Trump Foundation dengan Jaksa Agung, lembaga tersebut akan diminta menjual sisa asetnya dan menyumbangkan hasilnya, kata Amy Spitalnick, juru bicara Underwood kepada washingtonpost.com.

Aset yang akan dijual termasuk helm football Denver Broncos yang ditandantangani mantan quarterback Tim Tebow, yang dibeli Trump pada lelang amal tahun 2012 seharga $ 12.000.

Badan amal tersebut juga memiliki dua potret besar Trump, dimana Trump membayar $ 30.000 untuk uang pondasi.

Gugatan jaksa agung menuduh Trump menggunakan uang amalnya untuk membantu kampanye kepresidenannya dalam sebuah acara di Iowa.

Kedatangan Donald Trump dalam Peringatan 100 Tahun Berakhirnya Perang Dunia I Disambut Protes

Halaman 1/2
Tags:
Donald TrumpTrump FoundationNew York
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved