Viral Medsos

Beredar Video Polisi Bersenjata Lengkap Hancurkan Markas KKB di Pedalaman Papua

Beredar sebuah video penghancuran markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di pedalaman hutan Papua oleh pasukan gabungan kepolisian.

Beredar Video Polisi Bersenjata Lengkap Hancurkan Markas KKB di Pedalaman Papua
Capture/YouTube Tribun MedanTV/Facebook Komunitas Cinta Polri
Beredar video polisi hancurkan satu di antara markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pedalaman Papua. 

TRIBUNWOW.COM - Beredar sebuah video penghancuran markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di pedalaman hutan Papua oleh pasukan gabungan kepolisian.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan pasukan gabungan kepolisian berseragam dan senjata lengkap sedang berada di pedalaman hutan Papua.

Tampak seorang anggota kepolisian mendekat ke kamera dan mengatakan pihaknya akan menghancurkan markas KKB.

Mantan Kapolda Papua Curigai Ada Mantan Anggota Polisi dan TNI yang Latih Segala Aksi KKB di Nduga

Alasannya, kata dia, KKB telah berkhianat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ini adalah markas KKB atau kelompok kriminal bersenjata. Kami akan menghancurkannya karena mereka telah berkhianat kepada Negara Republik Indonesia," ujar seorang anggota kepolisian itu.

Lantas, dari video itu tampak sejumlah anggota segera merobohkan bangunan yang terbuat dari kayu dan seng itu.

Tak hanya itu, bangunan yang roboh itu juga mengeluarkan asap.

Setelah itu, seorang anggota kepolisian mengatakan, pihaknya tidak dapat menemukan siapa pun di markas tersebut.

Dirinya juga berujar, markas itu baru saja dibangun.

"Ini adalah salah satu markas KKB atau kelompok kriminal bersenjata yang memang masih baru dibangun atau dibuatnya. Hanya sayang sekali ketika kami dari kepolisian, Brimob tidak mendapatkan mereka sedang berada di sini," kata seorang dalam video itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Vintoko
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved