Breaking News:

Pilpres 2019

PARA Syndicate Sebut Elektabilitas Prabowo-Sandi Meningkat karena Meniru Pola Blusukan Jokowi

Masif berkunjung ke daerah dinilai menjadi faktor yang meningkatkan elektabilitas Prabowo-Sandi. Namun, hal itu disebut meniru gaya blusukan Jokowi.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Astini Mega Sari
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Prabowo Subianto - Sandiaga Uno vs Joko Widodo - Maruf Amin 

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, PARA Syndicate menganalisis 12 hasil survei dari beberapa lembaga survei terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

12 hasil survei yang dikumpulkan itu adalah hasil selama periode Agustus hingga November 2018.

Menurut Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo, setelah mereka menarik regresi linear dari data-data 12 hasil survei itu, didapatkan hasil berupa penurutan pada tren elektabilitas pasangan calon presiden dan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Secara umum pergerakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dari bulan Agustus sampai November itu trennya turun," ujar Ari saat merilis hasil perhitungan tersebut di kantor PARA Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

Tanggapi Cuitan Andi Arief soal Rusaknya Atribut Partai Demokrat, Fahri Hamzah: Sabar Bro, Ini Ujian

Sementara itu, tren elektabilitas pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tampak meningkat.

"Untuk Prabowo-Sandiaga trennya justru naik, walaupun sebenarnya tipis," kata dia.

Selain itu, tren pemilih yang belum menentukan pilihannya juga bergerak naik.

Ari mengungkapkan, hal itu menjadi fenomena yang menarik.

Karena, jelasnya, ditunjukkan jika sejumlah pemilih yang tadinya sudah punya pilihan kini justru ragu.

Lebih lanjut, Ari pun berpendapat, tren tersebut perlu menjadi catatan bagi timses masing-masing pasangan calon.

Menurutnya, jika tidak ada perbaikan strategi, bisa jadi elektabilitas pasangan yang mengalami tren penurunan akan kian tergerus.

"Kalau penurunan ini tidak disadari, tidak ada perubahan strategi kampanye segala macam, pasti trennya akan terus turun," ungkapnya.

Pantun dari Jokowi untuk Riau hingga Alasan Dibalik Pemberian Gelar dari Lembaga Adat Melayu

PARA Syndicate menganalisis 12 hasil survei terkait elektabilitas paslon dari lembaga survei yang mereka anggap kredibel.

Metodologi yang digunakan pun hampir serupa.

Seluruh survei yang dianalisis menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sekitar 1.500 orang.

12 Hasil survei yang dipakai itu diketahui berasal dari lembaga-lembaga seperti, Alvara, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Y-Publica, Indikator, dan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Populi Center, Litbang Kompas, serta Median. (*)

Tags:
Prabowo-SandiagaPresiden Joko Widodo (Jokowi)JokowiPARA SyndicatePilpres 2019
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved