Kaleidoskop 2018
7 Film Indonesia yang Paling Laris Sepanjang 2018, Dilan 1990 Tempati Posisi Puncak!
Sepanjang tahun 2018, ada banyak film Indonesia yang diputar di layar bioskop. Berikut 7 film terlaris sepanjang 2018:
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Bobby Wiratama
Di urutan ke-empat, ada film “Si Doel the Movie” yang berhasil meraup jumlah penonton sebanyak 1.757.653.
“Doel The Movie” bercerita tentang hubungan cinta antara Doel (rano Karno) setelah 14 tahun Sarah (Cornelia Agatha) pergi tanpa kabar dan perpisahan yang tak jelas.
Doel menyimpan rindu pada Sarah padahal Doel sudah berumah tangga dengan Zaenab (Maudy Koesnaedi).
Melalui Hans (Adam Jagwani), Sarah meminta Doel datang ke Amsterdam untuk bertemu dengan Dul (Rey Bong), anak hasil pernikahannya dengan Doel.
Doel ditemani Mandra (Mandra YS) terbang ke Amsterdam dan bertemu dengan Sarah dan anaknya, Dul.
Namun, kejadian tersebut membuat dilema tersendiri untuk Doel.
Ia berada di dalam pilihan sulit.
Pilihan terbaik berada di tangan si Doel yang tidak ingin membohongi dan melukai perasaan siapa pun.
"Si Doel the Movie" tayang premiere di Pathe Tuschinski Theater, Amsterdam, Belanda pada 23 Juli 2018 dan tayang tanggal 2 agustus 2018 di bioskop Indonesia.
Perlu diketahui, selain jadi pemeran, ternyata film ini juga ditulis dan disutradarai oleh Rano Karno sendiri.
• Jonatan Christie Mengaku Sempat Enggan untuk Main Film KING, Apa Alasannya?
5. Asih
Genre horror tampaknya memang memiliki tempat tersendiri di hati penonton film Indonesia.
Di posisi kelima, ada film "Asih" yang memperolah 1.714.798 penonton.
“Asih” bercerita tentang perempuan malang bernama Asih (Shareefah Daanish) yang mengakhiri hidup karena banyaknya kejadian naas yang menimpanya.
Dia diusir dari rumah oleh ibu dan bapaknya, karena seorang laki-laki menghamilinya namun lari dari tanggung jawab.
Sementara, keluarga Asih jelas tidak akan menerima anak Asih yang baru lahir, karena dianggap sebagai aib keluarga.
Semua orang kampung mencemooh Asih.
Semua itu pun membuat Asih menjadi gila dan kemudian tega membunuh anaknya sendiri.
Asih menanggung kesedihan dan marah hingga akhir hayatnya.
Sehari setelah Asih wafat, Puspita (Citra Kirana) yang sedang hamil besar tinggal tidak jauh dari lokasi tempat Asih mengakhiri hidupnya.
Tinggal bersama suaminya, Andi (Darius Sinathrya), dan ibu mertuanya, sekilas keluarga ini tampak bahagia.
Namun kejadian kejadian aneh terus menghantui Puspita dan keluarganya.
Setelah Puspita melahirkan bayinya, teror Asih pun semakin menjadi-jadi.
Asih menginginkan sesuatu dari bayi yang baru lahir itu.
Film ini digarap oleh sutradara Awi Suryadi dengan mengadaptasi novel berjudul sama karya Risa Saraswati.
Film ini rilis pada 11 Oktober 2018 lalu.
6. #Teman tapi Menikah
Di urutan keenam ada film "#Teman tapi Menikah" garapan Rako Prijanto.
Film yang tayang pada 28 Maret 2018 ini sukses ditonton oleh 1.655.829 orang.
"#Teman tapi Menikah" terinspirasi dari buku Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion dengan judul yang sama.
Novel tersebut menceritakan soal kisah persahabatan jadi cinta antara keduanya.
Semenjak pertama kali bertemu, Ditto (Adipati Dolken) memiliki perasaan suka pada Ayu (Vanesha Prescilla).
Selama 11 tahun bersahabat, Ditto selalu gagal keluar dari friendzone.
Apapun usahanya, di mata Ayu, Ditto adalah teman makan dan teman curhat semata.
Untungnya, kehidupan cinta Ayu yang berliku-liku, memastikan Ditto selalu di dekatnya sebagai tempat curhat.
Suatu hari, Ayu bercerita bahwa ia akan menikah dengan pacarnya, seorang pria sempurna luar dan dalam.
Ditto pun harus memilih antara menyatakan perasaan atau merelakan cinta pertamanya jadi sahabat seumur hidup.
7. Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
"Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212" berada di posisi tujuh film terlaris sepanjang 2018.
Film yang diproduseri oleh Sheila Timothy ini ditonton oleh 1.552.014 penonton.
Yang menjadi sutradara di film ini adalah Angga Dwimas Sasongko.
Film ini menceritakan soal Wiro Sableng (Vino G Bastian), murid pendekar misterius bernama Sinto Gendeng (Ruth Marini), mendapat titah dari gurunya untuk meringkus Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), mantan murid Sinto Gendeng yang berkhianat.
Film ini berlatarkan Nusantara pada abad ke-16.
Di perjalanan Wiro Sableng dalam mencari Mahesa Birawa, Wiro terlibat dalam petualangan seru bersama dua sahabat barunya Anggini (Sherina Munaf) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi).
Pada akhirnya Wiro bukan hanya menguak rencana keji Mahesa Birawa, tetapi juga menemukan esensi sejati seorang pendekar.
Film ini tayang pada 30 Agustus 2018.
Perlu diketahui, Wiro Sableng diciptakan oleh ayah Vino G Bastian, Bastian Tito.
Awalnya Wiro Sableng adalah sebuah novel seri.
Novel itu kemudian difilmkan pada 1988 dalam delapan seri dan pada 1995 diadaptasi ke dalam sinetron berjumlah 91 seri. (*)