Pilpres 2019
Andi Arief dan Guntur Romli Komentari Pernyataan La Nyalla soal Potong Leher dan Fitnah Jokowi
La Nyalla beri pernyataan kontroversial soal potong leher dan penyebaran isu Jokowi, hal itu mendapatkan tanggapan dari Andi Arief dan Guntur Romli.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Calon Legislatif yang juga mantan politikus Partai Gerindra, La Nyalla Mahmud Mattalitti atau kerap disapa La Nyalla, memberikan sejumlah pernyataan kontroversial soal kedua calon presiden (capres).
Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews, mantan pendukung capres Prabowo itu kini memilih beralih dukungan ke capres Joko Widodo (Jokowi).
Setelah memutuskan untuk mendukung Jokowi, ia juga telah meminta maaf secara langsung karena pernah memberikan isu Jokowi adalah PKI.
• Pernyataan Lengkap La Nyalla soal Dirinya Sebarkan Isu Jokowi PKI hingga Janji Potong Leher
• Dukung Jokowi di Pilpres 2019, La Nyalla: Tidak Usah Ngomongin Pak Prabowo Lagi
Selain itu, ia juga mengklaim bahwa dirinya juga menebarkan fitnah Jokowi Kristen dan China.
Mengomentari hal tersebut, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muhammad Guntur Romli angkat suara melalui Twitter miliknya, @GunRomli, Rabu (12/12/2018).
Guntur Romli mengatakan bahwa apa yang dikatakan La Nyalla untuk menyerang Jokowi dengan fitnah adalah bukti dari senjata makan tuan.
Ia juga meminta para politikus untuk berhati-hati menggunakan isu agama sebagai alat serangan politik.
"La Nyalla ini bukti senjata makan tuan. Dulu dia pake untuk nyerang Jokowi dengan fitnah.
Kini, dia nyerang balik bekas tuannya. Hati-hatilah yang masih pake agama sebagai alat serang politik," tulis Guntur Romli.
Selain soal menebarkan isu fitnah ke Jokowi, La Nyalla juga mengatakan bahwa dirinya siap potong leher jika Prabowo bisa mengalahkan Jokowi di Madura dalam gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Pernyataan La Nyalla itu mendapatkan komentar dari politikus Andi Arief melalui Twitter miliknya, @AndiArief__, Rabu (12/12/2018).
Andi mengatakan bahwa seharunya La Nyalla bisa berhati-hati untuk memberikan pernyataan.
"Saya baru keliling Jawa termasuk Jawa Timur.
Mendapat informasi dan hasil survey termasuk di Madura. Jangan ada pemotongan leher setelah pilpres.
Mulut dijaga, banyak makan protein supaya akal bertambah," tulis Andi.
"Politik itu jalan untuk gunakan kewarasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/la-nyalla-mahmud-mattalitti_20180111_193338.jpg)