Reuni Akbar 212
Sebut Aksi Legenda di Dunia, Sandiaga Uno Ingin Jokowi-Prabowo Pelukan di Reuni Akbar 212 di Monas
Dikatakan Sebagai Legenda Dunia, Sandiaga Uno melontarkan harapannya agar Joko Widodo dan Prabowo Subianto berpelukan saat hadir di Reuni Akbar 212.
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Lailatun Niqmah
"Nah ini yang saya pengan tanya ke Pak Anies, sampai sekarang saya belum terhubung dengan Pak Anies," tuturnya.
Hal lain yang menjadi pertimbangan Sandiaga yakni berkaitan dengan waktu.
Ia mengaku memiliki jadwal yang padat sampai dengan Desember mendatang.
"Saya musti mengecek dulu karena jadwal saya sampai Desember sudah full, kebetulan hari ini di Jakarta, mulai besok di Jawa Timur untuk 5 atau 6 hari," jelas dia.
Terakhir, Sandiaga mengaku perlu melakukan koordinasi dengan Prabowo, terkait efektivitas kehadiran mereka.
"Ketiga, saya ingin bicarakan dengan Pak Prabowo karena efektifitas kita hadir, kalau dua-duanya hadir di sana bagaimana, kalau cuma satu yang hadir seperti apa," tuturnya.
Dikutip dari Tribunnews.com, Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif mengatakn pihaknya akan mengundang Presiden dan juga Wakil Presiden untuk hadir dalam acara reuni 212.
"Insyallah besok kesekretariatan akan hadir, besok datang ke Setneg untuk mengantarkan undangan buat presiden dan wakil presiden," ujar Ma'arif di Gedung DDII, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/11'2018).
• Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas saat Reuni Akbar 212 pada Hari Minggu 2 Desember 2018
Pihaknya juga mengundang pasangan Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
"Nah kalau lisan karena Prabowo dan Sandi bukan presiden, jadi mudah ditemui dan kami sampaikan langsung kepada Pak Prabowo dan Mas Sandiaga untuk hadir tanggal 2 besok, dan insyallah kalau tidak ada hal-hal yang di luar dugaan insyallah beliau hadir," jelas Ma'arif.
Penjelasan lain berkaitan dengan acara Reuni Akbar 212 juga diungkapkan oleh Ketua Steering Comitte Reuni Akbar Mujahid 212, Ustaz Al Khaththat.
Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta yang akan hadir dalam acara reuni akbar 212 di Monas sekitar 4 juta orang.
Jumlah massa tersebut, dikatakan Al Khaththat, terdiri dari sejumlah komunitas dan ormas islam yang tersebar di Indonesia.
"Masyarakat tidak perlu takut datang ke Monas meskipun mendapatkan ancaman-ancaman," ujar Al Khaththat di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).
Al Khaththat mengatakan perhelatan ini merupakan nikmat Allah yang harus dirayakan.