Breaking News:

Terkini Internasional

Sebelum Tewas Dipanah Suku Sentinel, Turis Amerika Tulis Jurnal: Tuhan, Saya Tidak Ingin Mati

Sebelum tewas dipanah Suku Sentinel di Kepulauan Andaman, turis Amerika sempat menulis jurnal kontaknya dengan suku asing hingga waktu sebelum tewas.

Editor: Lailatun Niqmah
Dailymail.co.uk dan Instagram John Allen Chau
John Allen Chau dan suku di Pulau Sentinel 

"Saya sedikit menangis membayangkan bahwa ini adalah matahari terbenam terakhir yang saya nikmati," tulisnya.

The Washington Post via Chicago Tribune melaporkan, Chau kemudian meminta kepada nelayan yang membantunya untuk menurunkannya di pantai pada 16 November.

Pengacara Amerika Datang ke Kopi Johny, Hotman Paris: Kasus Lion Air, Bukan Hanya Omong tapi Action

Nelayan itu kemudian kembali keesokan harinya (17/11/2018) dan menyaksikan warga Sentinel menyeret tubuh Chau yang sudah tak bernyawa di pinggir pantai.

Kepolisian Kepulauan Andaman dan Nicobar menyatakan mereka sudah memetakan lokasi yang diyakini sebagai tempat Suku Sentinel menguburkan jenazah Chau.

Namun, pemerintah India menuturkan mereka belum mempunyai rencana untuk mengambil jenazah Chau tanpa menimbulkan konflik baru dengan orang Sentinel.

Selain itu, upaya untuk mengambil jenazah juga disorot karena dikhawatirkan penyakit dari luar Sentinel bakal menghinggapi suku itu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jurnal Pria AS Ungkap Kontak dengan Suku Sentinel Sebelum Dibunuh"

Sumber: Kompas.com
Tags:
Suku Sentinel Kepulauan AndamanAmerika SerikatWisatawan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved