Kabar Tokoh
Fadli Zon: Kasus Ahmad Dhani Jelas Kemunduran Demokrasi dan Wujud Penghinaan terhadap Akal Sehat
Fadli Zon mengaku prihatin dengan kasus hukum yang menjerat musisi Ahmad Dhani. Menurutnya, kasus itu adalah penyebab merosotnya demokrasi.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku prihatin dengan kasus hukum yang menjerat musisi Ahmad Dhani.
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon melalui laman Twitter miliknya, @fadlizon, Jumat (30/11/2018).
Menurut Fadli Zon, kasus hukum tersebut adalah satu hal yang menyebabkan merosotnya peringkat demokrasi Indonesia.
Munurut Fadli Zon, apa yang terjadi dengan Ahmad Dhani akan kaitannya dengan posisi politiknya.
• Jokowi Sengaja Kebut Infrastruktur untuk Pemilu, Fadli Zon: Itu Bukan Prestasi, Jangan Tipu Rakyat
Lebih lanjut, Fadli Zon berpendapat jika posisi Ahmad Dhani seharusnya adalah sebagai korban, bukannya pelaku.
Fadli Zon bahkan juga mempertanyakan soal penyitaan akun Instagram Ahmad Dhani, dimana sebagai artis, akun Instagram digunakan untuk mendapatkan pemasukan.
Dilansir TribunWow.com dari laman Twitter @fadlizon, berikut kicauan lengkap Fadli Zon mengenai hal tersebut.
"1) Saya agak prihatin atas kasus hukum yg membelit musisi Ahmad Dhani. Meski menghormati proses hukum yg sedang berlangsung, sy mengingatkan salah satu sebab merosotnya peringkat demokrasi Indonesia adlh akibat penegakkan hukum yg tdk independen.
2) Kasus Ahmad Dhani jelas kemunduran demokrasi dan wujud penghinaan terhadap akal sehat. Ahmad Dhani adlh politisi @Gerindra, caleg DPR RI Gerindra no urut 2 di Jatim 1 (Surabaya dan Sidoarjo).
3) Ia juga anggota Badan Pemenangan Nasional #PrabowoSandi. Apa yg terjadi padanya jelas terkait dengan posisi politiknya. Hukum jadi pelayan kekuasaan untuk meredam oposisi.
4) Menurut data terbaru BPS (Badan Pusat Statistik), kita mengalami penurunan dlm hal kebebasan berkumpul n berserikat, kebebasan berpendapat, partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan, serta peran peradilan yg independen. Ini harus kita waspadai.
5) Tahun lalu, menurut data The Economist Intelligence Unit (EIU), peringkat demokrasi kita anjlok 20 peringkat jika dibandingkan dgn tahun 2016. Jika tahun 2016 kita masih berada di peringkat 48, tahun lalu peringkat kita anjlok ke posisi 68.
6) Bayangkan, peringkat demokrasi kita bahkan lebih buruk dari Timor Leste yg secara global ada di urutan 43.
7) Ancaman thdp kebebasan berpendapat ini memang terasa sekali, baik berupa ancaman kekerasan, persekusi, pelarangan diskusi dan ceramah, hingga upaya kriminalisasi terhadap mereka yg terbiasa kritis thdp pemerintah.
• Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara, Dul Jaelani Cium sang Ayah dan Janji untuk Selalu Menemani
8) Ancaman terhadap kebebasan berpendapat ini memang terasa sekali, baik berupa ancaman kekerasan, persekusi, pelarangan diskusi dan ceramah, hingga upaya kriminalisasi terhadap mereka yg terbiasa kritis terhadap pemerintah.