Kabar Tokoh
Tengku Zulkarnain Tanggapi Pernyataan Ketua P3M soal 'Penceramah Radikal'
Tengku Zulkarnaen memberikan komentar mengenai pernyataan Ketua P3M yang menyebutkan dirinya mneganut paham radikal
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Lailatun Niqmah
"Menurut Pak Agus, ini khutbah (Ustaz Tengku Zulkarnain) radikal enggak?" tanya Karni Ilyas.
Agus kemudian mengungkapkan bahwa Tengku Zulkarnain menganut paham Radikal.
"Radikal tengah saya kira," jawab Agus.
Agus mengatakan jika dirinya menangkap ada stigma dalam ceramah Ustaz Tengku Zulkarnain.
Meskipun demikian, dirinya tidak menjelaskan lebih lanjut maksud dari stigma itu.
Dikatakannya, ceramah radikal itu diperbolehkan asal dilakukan di tiga wilayah, seperti wilayah pribadi, keluarga dan komunitas sendiri.
• Di ILC, Sudjiwo Tedjo Beri Sindiran untuk Timnas dan Wartawan yang Disambut Tepuk Tangan
"Menangkap di sana ada stigma. Tapi poinnya begini, radikal itu boleh kalau di 3 wilayah, wilayah pribadi, keluarga, dan komunitasnya sendiri," ujar Agus Muhammad.
Menurutnya, jika ceramah radikal disampaikan di ruang publik akan menjadi permasalahan tersendiri.
"Kalau menyampaikan sesuatu orang lain itu di ruang publik itu menurut saya agak berat. Karena akan berhadapan dengan kelompok lain yang berbeda,"
"Pandangan saya itu terutama bagaimana pandangannya terhadap kelompok lain yang berbeda," tutur Agus Muhammad.
Agus Muhammad menjelaskan proses studi sehingga menghasilkan data 41 dari 100 masjid pemerintah di Jakarta, terpapar radikalisme.
Kriteria tersebut yakni yang pertama berada di Jakarta, kemudian Masjid bukan mushola, yang ketiga ada kegiatan tambahan di luar sholat berjamaah.
Agus menuturkan dalam menstudikan 100 masjid, relawan sebanyak 100 diturunkan untuk merekam 4 kali khotbah Jum'at berturut turut dalam satu bulan.
• Perdebatan Sudjiwo Tedjo dan Ali Ngabalin di Belakang Panggung ILC soal Makanan
Dalam menentukan relawan, Agus mengatakan pihaknya menentukan dengan rekomendasi dari orang-orang terpercaya.
"Tugas relawan, merekam khotbah jumat, yang kedua merekam videonya, untuk memastikan suara di audio dan videonya sama, dan yang ketiga adalah mengambil bahan gambar bacaan yang ada disana," ujar Agus.