Soal Hasil Survei 41 Masjid Terpapar Radikalisme di ILC, Ustaz Haikal Hassan: Studi Belum Matang
Ustaz Haikal Hassan mempertanyakan studi survei 41 masjid terpapar radikalisme oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M).
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Ustaz Haikal Hassan mempertanyakan studi survei 41 masjid terpapar radikalisme oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M).
Dilansir dari Indonesia Lawyers Club TV One Live, Selasa (27/11/2018), Ustaz Haikal menuturkan studi tersebut belum matang dan seharusnya jangan disampaikan ke publik.
"Masalahnya belum mateng, kenapa dijual, dikasihkan ke BIN. Disampaikan ke publik untuk digoreng, bukan riset yang ilmiah, bahkan saya lihat masjid B di sebuah lembaga, ini yang bapak email (data) ke saya. Sikap penceramah detik ke 5, sudah menyindir agama lain, kan baru Assalamualaikum. Ini bagaimana ya?" tanya Ustaz Haikal Hasan.
"Dan ini dipaparkan dalam forum intelek ILC dan ternyata ini membuat kita terbuka bahwa pemahamam radikal, selama ini kita salah sama-sama," ujar Ustaz Haikal.
Lanjutnya, Ustaz Haikal mempertanyakan indikasi yang digunakan dalam analisis hasil temuan.
• Soal Survei Indikasi 41 Masjid Tepapar Radikalisme, Dewan Penasihat PA 212: Penelitiannya Ngawur
"Saya baru dengar ada penelitian yang mengatakan ikhlas atau tidak ikhlas. ikhlas itu ukurannya apaan? terus (dalam hasil penelitian) ada yang berkata pancasila harus diganti, itu siapa? itu musuh kita bersama."
"Karena itu saya mengusulkan, biasanya ILC bang Karni dibagi dua kubu, ribut berdebat, tapi untuk ILC kali ini cakep pak, satu kubu semua,".
Menurutnya, jika memang ada yang memusuhi Pancasila hingga NKRI, itu merupakan musuh bersama.
"Demi Indonsia enggak usah lebay, kalau ada yang tidak sepakat dengan Pancasila, itu musuh kita bersama. Kalau ada yang macam-macam sama NKRI, Bhineka tunggal ika, UUD 45, itu musuh bersama.
"Terima kasih bang Karni, mengangkat topik ini, membuat mata kita terbuka lebar, lagi-lagi serangan terhadap islam, lagi-lagi tidak kena, apalagi digulirkan jelang 212. Terimakasih"
Sebelumnya, Agus Muhammad, selaku Ketua DP Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat menjelaskan proses studi sehingga menghasilkan data 41 dari 100 masjid pemerintah di Jakarta, terpapar radikalisme.
• Khabib Nurmangomedov Sebut Dirinya ingin Berdamai dengan Conor McGregor
Kriteria objek yakni yang pertama berada di Jakarta, kemudian Masjid bukan mushola, yang ketiga ada kegiatan tambahan di luar sholat berjamaah.
Agus menuturkan dalam menstudikan 100 masjid, relawan sebanyak 100 diturunkan untuk merekam 4 kali khotbah Jum'at berturut turut dalam satu bulan.
Dalam menentukan relawan, Agus mengatakan pihaknya menentukan dengan rekomendasi dari orang-orang terpercaya.
"Tugas relawan, merekam khotbah jumat, yang kedua merekam videonya, untuk memastikan suara di audio dan videonya sama, dan yang ketiga adalah mengambil bahan gambar bacaan yang ada disana," ujar Agus.