Pesawat Lion Air Jatuh
Hotman Paris Datangkan Pengacara Amerika untuk Tuntut Boeing: Keluarga Korban Lion Air Hubungi Saya!
Pengacara Hotman Paris Hutapea penuhi janjinya untuk membantu keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 dengan datangkan lawyer dari Amerika.
Penulis: Laila N
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Masyarakat Indonesia harus tau bahwa keluarga korban kecelakaan pesawat berhak menuntut ganti rugi sebesar-besarnya diluar jumlah pertanggungan atau jumlah klaim yang telah biasanya diatur dalam undang-undang," paparnya.
Ia juga membandingkan masyarakat Indonesia yang terlalu cepat puas apabila mendapat ganti rugi ratusan juta rupiah.
Hal itu jauh jika dibandingkan dengan negara Amerika Serikat yang menilai nyawa korban hingga triliunan rupiah.
"Di Amerika nyawa triliunan rupiah per penumpang kalau terjadi human error, atau ignorance, atau kesalahan, selamat berjuang," pungkasnya pada unggahan @hotmanparisofficial, Rabu (31/10/2018) lalu.
• Dapat Transfer Sumbangan Rp20 Ribu, Prabowo Langsung Tulis Surat pada sang Pengirim, Ini Isinya
Hasil Temuan KNKT
Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memiliki hasil investigasi awal atas jatuhnya Lion Air JT 610.
Hasil tersebut didapatkan KNKT dari hasil analisis terhadarp Light Data Recorder (FDR).
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, analisis FDR menunjukkan bahwa terdapat kerusakan penunjukan kecepatan (air speed indicator) pada empat penerbangan sebelum jatuhnya JT 610.
Pada penerbangan dari Denpasar ke Jakarta, tercatat adanya perbedaan angle of attack (AoA) atau indikator penunjuk sikap pesawat terhadap arah aliran udara.
"Pada penerbangan dari Denpasar ke Jakarta muncul perbedaan penunjukan AOA, yang mana AOA sebelah kiri berbeda atau lebih 20 derajat dibanding sebelah kanan," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di gedung KNKT, Jakarta, Rabu (7/11/2018).
Menanggapi analisis awal dari KNKT, Boeing dan otoritas penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA), menerbitkan buletin keamanan untuk semua maskapai di dunia yang memakai pesawat sejenis.
Diketahui pesawat Lion Air merupakan pesawat Boeing 737 MAX 8.
Diharapkan, rekomendasi keamanan tersebut bisa dijadikan acuan para pengguna pesawat dengan jenis yang sama.
Buletin yang dikeluarkan Boeing bernomor TBC-19 tanggal 6 November 2018 diberi judul Uncommanded Nose Down Stabilizer Trim Due to Erroneous Angle of Attack (AoA) During Manual Flight Only.
Atau dalam artian, mekanisme stabilizer trim yang membuat hidung pesawat turun sendiri akibat pembacaan sensor angle of attack (AoA) yang kacau, hanya saat terbang manual.
AoA merupakan sudut yang dibentuk dari naik-turunnya moncong depan pesawat berdasarkan arah gerak pesawat.