Kabar Tokoh
Terkait Rendahnya Harga Sawit, Jokowi: Pemerintah Paham dan Upayakan Perbaiki Harga
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal harga jual sawit dan karet yang rendah. Ia menuturkan jika pemerintah paham dan sedang berupaya.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal harga jual sawit dan karet yang rendah.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Jokowi melalui unggahan di akun Instagram @jokowi, Senin (26/11/2018).
Jokowi menuturkan jika Indonesia memiliki 13 juta hektare lahan sawit dengan produksi dan stok yang melimpah.
Namun, harga jual sawit justru rendah.
Jokowi pun menyampaikan, jika pemerintah memahami kekhawatiran petani sawit dan karet atas rendahnya harga jual itu.
• Jokowi dan Iriana Diberi Gelar Raja dan Ratu Masyarakat Komering
Ia juga menjelaskan jika saat ini pemerintah berupaya agar hasil produksi sawit dan karet dapat terserap sekaligus memperbaiki harga jual.
Jokowi juga menuturkan jika ia juga secara langsung menawarkan produk kepala sawit Indonesia kepada impinan negara lain.
• 8 Istilah dan Pernyataan Capres Jokowi dan Prabowo yang Tuai Polemik hingga Viral
"Indonesia punya lahan sawit 13 juta hektare.
Produksi dan stoknya melimpah, bisa sampai 42 juta ton.
Begitu juga komoditas karet yang jadi andalan Sumatra Selatan.
Karena itulah, di Palembang kemarin, saya sampaikan bahwa pemerintah memahami kekhawatiran para petani sawit dan karet di Sumsel mengenai rendahnya harga jual sawit dan karet beberapa waktu belakangan.
Pemerintah sedang mengupayakan agar hasil produksi kedua komoditas dapat terserap dan sekaligus memperbaiki harga jual.
Kendati berhadapan dengan kampanye negatif Uni Eropa, saya secara langsung menawarkan produk kelapa sawit Indonesia kepada pimpinan negara lain.
Saya minta Tiongkok beli 500.000 ton lebih banyak dari yang sekarang.
Di dalam negeri sudah ada program B20, penggunaan minyak sawit 20 persen sebagai campuran solar.
Untuk menyerap produksi karet petani, saya sudah perintahkan kepada Menteri PUPR untuk — langsung atau lewat koperasi — membeli getah karet petani dengan harga yang baik.
Getah karet itu dapat digunakan untuk campuran di pekerjaan pengaspalan jalan," tulis Jokowi.
Diberitakan Kompas.com, hal serupa juga disampaikan Jokowi saat menghadiri acara evaluasi kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan sosialisasi penggunaan dana desa tahun 2019.
Acara tersebut digelar di Palembang, Minggu (25/11/2018) dan dihadiri oleh para kepala desa dan seluruh perangkat desa dari berbagai desa di Sumatera Selatan.
Ia memberikan penjelasan kepada para hadirin terkait rendahnya harga jual kelapa sawit yang akhir-akhir ini mencapai Rp 700 per kilogram.
Jokowi mengaku, dirinya sangat menyadari bahwa kelapa sawit merupakan komoditas yang diandalkan oleh masyarakat Sumatera Selatan.
• Fakta Politik Pasar Jokowi dan Sandiaga, Jumlah Kunjungan hingga Istilah yang Bermunculan
Oleh sebab itu, Jokowi pun memberikan pengertian jika urusan kelapa sawit bukanlah hal yang mudah dan dapat dikontrol penuh oleh pemerintah.
"Urusan sawit, CPO bukan urusan mudah. Tapi sebetulnya urusan bisnis, jualan," ucap Jokowi.
Jokowi menuturkan, ekspor sawit ke Uni Eropa saat ini sedang terhambat.
Ini dikarenakan saat ini mereka juga tengah mengembangkan produk serupa melalui biji bunga matahari.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi menuturkan, dirinya sudah meminta kepada China untuk membeli produk kelapa sawit lebih banyak.
"Saya minta Tiongkok beli lebih banyak. Saya minta tambahan. Ada tambahan 500.000 ton. Itu banyak sekali. Tapi belum memengaruhi harga pasar secara baik," kata Jokowi.
"Mengendalikan ini tidak mudah, karena ini perdagangan internasional. Oleh karena itu, tiga bulan ini saya sudah perintahkan agar (sawit) bisa dipakai untuk campuran solar," kata Jokowi.
Ia menuturkan, jika program biodiesel 20 persen (b20) berhasil, maka hal ini bisa menaikkan harga kelapa sawit sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak mentah.
"Tapi ini tidak bisa singkat, butuh waktu setahun," ujar Jokowi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/joko-widodo_20180715_102125.jpg)