Kabar Tokoh

Soal 'Fit and Proper Test' Cawagub DKI, PKS: Enggak Penting

Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, fit and proper test untuk menentukan dua kandidat wagub DKI tidak penting.

Soal 'Fit and Proper Test' Cawagub DKI, PKS: Enggak Penting
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Dewan Syariah Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk menentukan dua kandidat wakil gubernur DKI Jakarta tidak penting.

Menurut Suhaimi, Gerindra seharusnya menyerahkan kepada PKS untuk menentukan dua kandidat wagub.

Sebab, PKS juga bisa menilai kandidat yang layak menjadi wagub pengganti Sandiaga Uno itu.

"Enggak penting. (Kursi wagub) sudah diserahkan ke PKS, ya tinggal PKS menentukan saja. Artinya begini, PKS sudah bisa menilai bahwa ini layak untuk bisa menjadi wagub," ujar Suhaimi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).

Amien Rais Sebut akan Jewer Haedar Nashir, Ray Rangkuti: Kalau untuk Konsumsi Publik, Tidak Patut

Suhaimi menyampaikan, PKS DKI mulanya memahami fit and proper test itu sebatas ngobrol-ngobrol dengan kandidat wagub, bukan tes formal.

Namun, Suhaimi menyebut belakangan konsep fit and proper test itu berubah.

Menurut Suhaimi, konsep fit and proper test yang formal ini akan memakan waktu lama.

Setelah tim penguji dibentuk, tim itu harus menyusun kriteria kandidat wagub sebelum melakukan tes tersebut.

"Jadi lama, padahal kebutuhan Pak Anies (Gubernur DKI Anies Baswedan) itu segera kalau kita melihatnya," kata Suhaimi.

Meskipun demikian, PKS tetap mengikuti fit and proper test tersebut, mengingat hal itu merupakan mekanisme Partai Gerindra dalam menentukan cawagub.

Fakta Penangkapan Hercules, Dibekuk di Rumah tanpa Perlawanan hingga Ancaman 7 Tahun Penjara

PKS telah memilih dua nama untuk masuk tim penguji, yakni Suhaimi dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo.

Adapun Gerindra dan PKS DKI telah sepakat bahwa kursi wagub DKI menjadi hak PKS.

Dua kandidatnya ditentukan lewat fit and proper test yang diselenggarakan tim bentukan kedua partai.

Dua kandidat yang lulus fit and proper test kemudian akan dipilih oleh DPRD DKI Jakarta untuk menggantikan posisi Sandiaga yang mundur karena maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: PKS Sebut "Fit and Proper Test" Cawagub DKI Tidak Penting

Ikuti kami di
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved