Pemilu 2019
Amien Rais Sebut akan 'Jewer' Haedar Nashir, Ray Rangkuti: Kalau untuk Konsumsi Publik, Tidak Patut
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti angkat bicara soal pernyataan Penasihat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Amien Rais.
Penulis: Vintoko
Editor: Claudia Noventa
"Oleh karena itu sangat keliru jika Muhammadiyah mengatakan politik tidak penting yang penting kita bisa salat, tidak diganggu puasanya, tarawih Ramadan lancar itu sudah cukup dan kekuasan biar diurus yang lain kita tidak perlu ikut-ikutan."
"Itu Muhammadiyah konyol, Muhammadiyah sontoloyo," lanjut Mantan Ketua PP Muhammadiyah yang dikutip dari Tribun Jatim.
Menurut Amien, politik, ekonomi, sosial akhlak, dan hukum semua terintegrasi menjadi satu dan antara islam dengan politik tidak bisa dipisahkan.
"Kan dikatakan kalau sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, hidupku ini maksudnya hidup politik ku ekonomi ku sosial ku hukum ku dan terakhir kematian ku aku persembahkan kepada Allah tuhan semesta alam," tambahnya.
Untuk itu Amien mengatakan warga Muhammadiyah harus memilih pemimpin yang betul betul beriman, tidak diragukan lagi keislamannya dan tidak ingkar pada janjinya sendiri.
Sebelumnya, Haedar Nashir dalam pertemuannya di Jakarta, Agustus lalu menegaskan bahwa Muhammadiyah tak akan masuk arena politik.
"Muhammadiyah secara kelembagaan, organisasi, tidak masuk ke arena politik praktis," kata dia usai bertemu Ma'ruf di gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Lebih lanjut, Haedar mengatakan, Muhammadiyah membebaskan warganya untuk memilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
• Amien Rais Beri Bantahan, akan Hukum Haedar Nashir soal Pernyataan Politiknya di Pilpres 2019
Ia menilai warga Muhammadiyah sudah mandiri dan cerdas dalam menentukan pilihan politiknya.
Muhammadiyah juga tak ingin mencampuri hak politik setiap warganya.
"Muhammadiyah sebagai warga bangsa sudah cerdas, sudah punya pilihan politik dan visi politik yang jadi hak warga negara," katanya yang dikutip dari Kompas.com.
Ia hanya menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan politik pada Pilpres 2019.
Haedar tak ingin adanya permusuhan dan kekerasan akibat perbedaan politik. (*)