Kabar Tokoh
Rizal Ramli Kritik Paket Kebijakan Ekonomi XVI: Kali Ini Sudah Sangat Kebablasan
Ekonom senior yang juga Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli memberikan kritik soal Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang diluncurkan pemerintah Indonesia.
Penulis: Vintoko
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Ekonom senior yang juga Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli angkat bicara soal Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang diluncurkan pemerintah Indonesia.
Hal ini disampaikan Rizal Ramli saat menjadi narasumber di acara 'Kabar Utama' tvOne yang diunggah di YouTube, Senin (19/11/2018).
Diketahui, dalam paket kebijakan ini, pemerintah memberikan izin kepada asing untuk bisa investasi atau izin memiliki saham 100% di 54 bidang usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI).
• Soal Kasus Century, Rizal Ramli: Pak Boediono Mengakulah, Situ Bos Kok Tidak Mau Bertanggungjawab
Terkait hal itu, Rizal Ramli mengatakan jika kebijakan ini sudah terlewat batas.
Pasalnya, bidang-bidang usaha itu sebagian besar adalah usaha kecil dan menengah yang melibatkan masyarakat Indonesia.
"Sebetulnya untuk bidang-bidang usaha yang memang kita tidak memiliki teknologi atau skala investasinya besar sekali, memang sulit kalau tanpa dilibatkan asing," kata Rizal Ramli.
"Tapi kali ini sudah sangat kebablasan, karena bidang-bidang yang diberikan 100 persen kepada asing itu, bidang-bidang yang sebetulnya usaha rakyat, usaha kecil dan menengah," ujar dia menambahkan.
Rizal Ramli mengungkapkan usaha seperti warung internet (warnet) hingga akupuntur itu sebetulnya sudah dikuasai oleh masyarakat Indonesia.
"Nanti yang masuk itu justru pengusaha-pengusaha kecil juga dari negara yang banyak penduduknya. Akhirnya ambil alih bidang usaha yang orang indonesia sudah bisa," terang dia.
Menurutnya, kebijakan ekonomi itu sangat merugikan masyarakat.
Rizal Ramli meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membatalkan kebijakan ekonomi ini.
"Enggak jelas maksudnya kebijakan ini apa, katanya pro rakyat, katanya Trisakti, katanya Nawacita. Tapi malah usaha rakyat semuanya mau dikasih sama asing," ucap Rizal Ramli.
"Jadi kami minta kepada Presiden Jokowi tolong dibatalkan kebijakan ini, karena tidak ada alasan yang cukup kuat. Seperti saya katakan, kalau asingnya punya teknologi yang canggih, memang modalnya besar, tentu kita harus partner dengan asing,"
• Respons Rizal Ramli saat Ditanya soal Genderuwo Ekonomi: Kok Istilahnya Serem Banget
"Tapi kalau untuk bidang akupuntur, warung telepon, cetak motif di baju, orang Indonesia sudah bisa semua,"
"Jadi kami mohon jangan hanya pidato Trisakti, pidato Nawacita, tapi kebijakan ekonominya ini sangat pro asing dan ini akan mematikan kesempatan kepada rakyat kita," tandas Rizal Ramli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rizal-ramli_20180525_161935.jpg)