Pembunuhan Satu Keluarga
Guru Korban Pembunuhan di Bekasi: Sehari Sebelum Meninggal Sarah Keluhkan Tangannya Bau Amis
Guru dari siswa korban pembunuhan keluarga di Bekasi menyebut Sarah Boru Nainggolan mengeluh tangannya bau amis sehari sebelum meninggal.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Guru dari korban pembunuhan keluarga di Bekasi mengatakan jika Sarah Boru Nainggolan mengeluh tangannya bau amis sehari sebelum meninggal.
Wali Kelas Sarah Boru Nainggolan, Bunga Rebista Panjaitan menjelaskan, muridnya tersebut mencuci tangannya hingga tujuh kali lantaran bau amis tak kunjung hilang.
"Cuci tangan terakhir, akhirnya dia pakai sabun," jelas Bunga dikutip dari TribunnewsBogor.com, Jumat (16/11/2018).
Selain itu, guru-guru lain di Sekolah Imanuel Viktori Pondok Melati menyebut siswa mereka yang tewas, Sarah dan Arya merupakan murid yang polos dan ceria.
"Mereka selalu ceria kalau di sekolah, termasuk anak yang baik juga," ucap seorang guru.
Sementara itu, Kepala Perpustaakaan Sekolah, Tineti menceritakan surat Sarah untuk orang tuanya sebelum meninggal.
Dia membacakan surat yang sempat diunggah Ibunda Sarah, Maya Boru Ambarita di Facebook kepada guru-guru.
"Kami dari sekolah tidak meminta dia untuk menulis surat namun ibunya sempat unggah juga di WhatsApp, pas Hari Ayah kemarin," jelas dia.
Guru-guru yang mendengar isi surat Sarah sebelum meninggal pun terisak.
Pipi mereka basah, nafas menderu hingga mata mereka memerah.
"Dari Sarah. Mama dan papa maafin kakak. Kakak sudah bikin mama dan papa marah. Kakak janji tidak akan melawan lagi,"
"Makasi mama dan papa sudah merawat kakak dari bayi, balita, anak-anak, mama sudah cape masak buat kakak papa kerja buat kakak. Makasih mama dan papa," tulis Sarah pada surat
Menurut keterangan Bunga, surat itu kemungkinan ditulis gadis sembilan tahun itu setelah diberikan pengarahan tentang peran dan kasih sayang kepada orangtua.
• 8 Fakta Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi: Masih Kerabat hingga Noda Darah di Celana
Sebelumnya dikabarkan, satu keluarga di Bekasi, yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37) tahun, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.
Saat ini polisi telah menangkap terduga pelaku bernama HS yang masih merupakan kerabat korban.