Pilpres 2018
Fahri Hamzah Sebut Paslon Prabowo-Sandi Harus Berani Tantang Paslon Jokowi-Ma'ruf
Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa Paslon Prabowo-Sandi harus berani Menantang Paslon Jokowi-Ma'ruf agar jalannya Pilpres 2019 tanpa gimmick santai
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fahri Hamzah, memberikan tanggapan tentang pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Fahri Hamzah menyebutkan, bahwa pasangan Prabowo-Sandi harus berani menantang pasangan Jokowi-Ma'ruf agar jalannya pilpres 2019 tidak diisi dengan gimmick.
Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Jumat (16/11/2018), Fahri Hamzah menyebut bahwa Prabowo harus berani tampil untuk menantang program yang diklaim Jokowi, apalagi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Komentar yang dilayangkan Fahri tersebut merespon pernyataan dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang merasa kasihan dengan orang di sekeliling Prabowo.
• Justin Bieber - Hailey Baldwin Habiskan Rp 1,4 Miliar Per Bulan untuk Sewa Rumah Mewah Pinggir Danau
Bahkan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kudu Prabowo-Sandi untuk menjabarkan visi-misi mereka di Pilpres 2019 mendatang.
Fahri mengungkapkan bahwa Prabowo harus berani membicarakan dan berkomentar tentang program Jokowi kepada masyarakat.
Fahri mengungkapkan bahwa masyarakat ingin mendengar komentar langsung dari Prabowo.
"Karena itu orang ingin mendengarnya dari 'superstar', kata pak SBY, superstar dari penantang yaitu Pak Prabowo. Saya kira ini yang harus di-manage. Jadi tantangan Bu Mega dan komentar Pak SBY penting bagi kubu penantang untuk meningkatkan modus dari pertarungan ini agar lebih efektif," kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (16/11/2018).
• Pembunuh John Lennon, Mark Champman Mengaku Menyesal dan Malu Membunuh demi Dapat Ketenaran
Fahri bahkan menjelaskan bahwa peran dari Prabowo untuk menantang program Jokowi tidak dapat digantikan oleh Cawapres Sandiaga Uno karena dalam sistem pemerintahan, Wapres hanya sebagai peran pengganti.
"Dan lain pak Prabowo Subianto dengan pak Sandiaga Uno. Tidak bisa di dalam sistem kita itu Wapres mengganti posisi presiden. Dalam sistem kita itu wapres dianggap posisi sebagai peran pengganti," tutur Fahri Hamzah.
Selain mengomentari pasangan Prabowo-Sandi, Fahri Hamzah juga mengomentari Paslon nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.
Dilansir dari Tribunnews.com, menurut Fahri, Jokowi-Ma'ruf bisa santai-santai menggunakan politik gimmick dalam Pemilu Presiden 2019 jika tidak ada tantangan yang ditunjukan oleh Prabowo-Sandi.
• Pakar Komunikasi Ungkap Perbedaan Gaya Komunikasi Politik Jokowi dan Prabowo Subianto
Fahri menyebutkan bahwa Prabowo harus menantang Jokowi-ma'ruf masalah substantif.
"Tapi kalau enggak ditantang ya petahana (Jokowi - Maruf Amin) santai-santai aja. Ya (ngucapin) sontoloyo, genderuwo. Karena dia tidak ditantang dengan konten. Akhirnya main gimmick. Itu yang saya sayangkan," kata Fahri Hamzah
Fahri menjelaskan bahwa, pertarungan Pilpres harus dikembangkan ke derajat yang semestinya agar tidak menyajikan pertarungan gimmick namun menyajikan perdebatan konten berdasarkan data.