Pesawat Lion Air Jatuh
Lion Air JT-160 Jatuh, Kapten Batik Air Berikan Jawaban soal Keamanan Terbang Menggunakan Lion Air
Kapten Lion Air Vincent Raditya bercerita pengalaman dirinya saat menjadi co pilot hingga menjadi pilot.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kapten Pesawat Batik Air, Vincent Raditya, menjawab pertanyaan yang sering ditujukkan padanya.
Vincent mengungkapkan, dirinya sering mendapat pertanyaan seputar keamaan terbang menggunakan maskapai Lion Air.
Seperti yang diketahui, Batik Air merupakan anak dari perusahaan Lion Air, dan keduanya tergabung dalam Lion Air Group.
Pertanyaan tersebut dijawan langsung oleh Vincent melalui vlog YouTube miliknya, Vincent Raditya, pada Selasa (30/10/2018).
Mulanya, ia bercerita pengalaman dirinya yang pernah menerbangkan pesawat yang rusak parah.
• Curiga Lion Air Jatuh karena Human Error, Hotman Paris: Pengacara Amerika Datang Segera ke Jakarta
Namun, kala itu ia masih menjadi Co-Pilot dan belum menjadi pilot.
Pengalaman itu ia dapatkan saat karier pertama di maskapai yang kini sudah tidak beroperasi lagi, namun Vincent enggan menyebutkan nama maskapainya.
"Saya dulu pernah bekerja di sebuah maskapai di mana maskapainya udah gak ada, bertahun-tahun yang lalu awal mula saya di penerbangan di mulai, pesawatnya begitu rusak yang tidak di maintenance," ujar Vincent.
"Kita kalau mau terbang tu, list equipment rusaknya banyak sekali numpuk, pada waktu itu saya enggak begitu mengerti saya masih co-pilot waktu itu."
"Kita terbang-terbang aja, setelah saya mengerti sekarang, aduh gila gue terbang dulu bahaya banget ya, bisa celaka, dan nyatanya tidak ada yang celaka itu pesawat," tambahnya.
• Kesaksian Kapten Kapal yang Melihat Jatuhnya JT 610: Saya Lihat Ekor Pesawat Masuk ke Dalam Air
Vincent mengatakan bahwa pesawat yang memiliki kerusakan dan tidak di maintenace itu masih bisa diandalkan.
"Saya katakan pesawat are very reliable (dapat diandalkan) multiple values aja gak membuat pesawat itu bisa langsung jatuh, nah itu saya buktikan sendiri, saya terbangin pesawat yang notabennya rusaknya luar biasa A, B, C, dari hydrolic dari apa, dan pesawat itu tidak ada yang crash," tambah Kapten Lion Air ini.
Ia juga menerangkan, perbedaan antar maskapai yang membeli pesawat dengan seri yang sama namun selalu dibanding-bandingkan karena dirasa berbeda.
"Sekarang Lion Air beli Boeing 737-800 yang Max serinya, lalu Garuda juga beli yang sama, menurut kalian pabriknya sama atau tidak? Sama."
"Terus apa yang membedakan, antara Lion, Garuda, Sriwijaya apa yang membedakan? ya sama saja guys mereka hanya user jadi antara Lion, Batik, Sriwijaya ya sama saja gak ada perbedaannya," tambahnya.
Namun, pernyataan dari Vincent ini sering mendapatkan bantahan karena perbedaan itu terletak pada perawatan/ maintenance pesawat.
• Dukungan dari Atlet Internasional Mengalir untuk Keluarga Korban Tragedi Lion Air JT610