Breaking News:

Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi Akui sedang Mengalami Krisis karena Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al Falih menyebut bahwa negaranya sedang berada dalam krisis sejak munculnya kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Penulis: Hestin Nurindah
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Al Jazeera
Jamal Khashoggi, Jurnalis The Washington Post asal Arab Saudi yang menghilang sejak 2 Oktober 2018. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al Falih menyebut bahwa negaranya sedang berada dalam krisis sejak munculnya kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Selasa (23/10/2018), pernyataan itu disampaikan Falih saat menjadi pembicara konferensi Future Investment Initiative (FII).

Pembunuhan Jamal Khashoggi Terkuak, Beberapa Potongan Tubuhnya Telah Ditemukan

Diketahui konferensi yang bertajuk 'Davos di Padang Pasir' itu tetap digelar usai Saudi mengakui kematian jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi di dalam kantor konsulat Saudi di Turki.

Namun, konferensi tersebut tak dihadiri sejumlah perusahaan besar dunia.

"Seperti yang sudah diketahui, kami mengalami krisis. Pembunuhan Khashoggi sangat disayangkan. Tak seorangpun di kerajaan ini yang membenarkannya," kata Falih seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Meski sejumlah perusahaan besar dunia tak hadir, namun Falih tetap berterima kasih kepada peserta yang masih menyempatkan datang dan mengikuti koferensi yang digelar tiga hari itu.

Beberapa petinggi perusahaan yang hadir dalam konferensi tersebut antara lain CEO perusahaan energi raksasa Prancis Total, Direktur Dana Investasi Rusia, serta Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Sedangkan nama-nama besar yang batal hadir antara lain Direktur IMF Christine Lagarde, Menteri Keuangan AS Steven Munchin, CEO Siemens Joe Kasser, direktur korporasi JP Morgan, Ford, serta perusahaan transportasi online Uber.

Pembunuhan Jamal Khashoggi Terkuak, Presiden Turki Erdogan: Ia Dibunuh Secara Brutal

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Jamal Khashoggi menghilang saat sedang mengurusi dokumen perceraiannya di Kantor Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Pihak Saudi awalnya menyangkal bahwa Jamal Khashoggi tewas di dalam Kantor Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Petugas penyelidik Turki telah menunjukkan bukti rekaman pembunuhuhan mutilasi Jamal Khashoggi.

Pada Sabtu (20/10/2018) lalu, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas ketika mengalami perkelahian di dalam konsulat.

Saudi juga memaparkan bahwa mereka telah menahan 18 orang pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi.

Pembunuhan Jamal Khashoggi Mulai Temui Titik Terang, Presiden Turki Beberkan Kronologi Sebenarnya

Sebelumnya, Erdogan mengatakan bahwa Jamal Khashoggi dibunuh secara keji oleh kelompok Saudi.

Menurutnya, pembunuhan keji itu telah direncanakan sebelumnya.

Halaman 1/2
Tags:
Pembunuhan Jamal KhashoggiJamal KhashoggiArab Saudi
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved