Mulut Terkena Anak Panah, Polisi Hutan ini Tetap Kejar Pelaku meski Terluka
William Hofmeyr (51) seorang polisi hutan mengalami nasib naas saat berpatroli panah harus menancap di mulutnya.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - William Hofmeyr (51) seorang polisi hutan mengalami nasib nahas saat berpatroli.
Melansir dari Daily Mirror, Senin (22/10/2018), mulutnya terkena anak panah yang sengaja dilepaskan untuk menyasar dirinya.
Mulanya, ia sedang berpatroli di Kenya dan memperingatkan suku Maasai yang sedang tidur di bawah pohon untuk menjauh karena bisa menjadi santapan singa yang lapar di dekatnya.
Setelah memberikan teguran, William kaget tiba-tiba anak panah keluar dari semak-semak dan menancap di mulutnya.
Panah tersebut menembus ke pipi kanan William dan ujungnya keluar dari mulutnya.
Meskipun terluka dan mengeluarkan darah cukup banyak, William tidak langsung mencari pertolongan maupun menyelamatkan diri.
Ia malah mengendari mobilnya dan mengejar pelaku yang memanah ke arahnya.
• Warga Desa Tambak Sawah Sidoarjo Ngamuk dan Ceburkan Belasan Motor Anak Kos ke Selokan
"Saya tidak bisa memanggil bala bantuan karena mulut saya banyak mengeluarkan darah sehingga saya tidak bisa meminta pertolongan lewat radio," ujar Wiliiam yang dikutip TribunWow.com dari Daily Mirror.
Setelah melakukan pengejaran selama satu jam, William akhirnya menyerah karena terlalu sakit untuk tetap melanjutkan pengejaran.
William saat bertugas (daily mirror)
"Pelaku berhasil melarikan diri, sayangnya saya merasa sangat kesakitan dan saya memutuskan untuk pergi ke klinik setempat," ujar William.
Sesampainya di klinik, para tenaga kesehatan terkaget-kaget melihat keadaan William yang berjalan dengan panah yang tertancap di mulutnya.
Para tenaga medis mulai mencabut dan mencoba menarik panah yang tertancap namun tidak membuahkan hasil dan justru membuat William semakin banyak mengeluarkan darah.
Akhirnya, William memutuskan untuk mencabut panah di mulutnya sendiri.
• Bandar Narkoba dan Otak Pembakaran Satu Keluarga di Makassar Tewas Bunuh Diri di Ruang Isolasi
"Saya mengatakan pada mereka (tenaga kesehatan) untuk mendorong panah di pipi saya, lalu saya serahkan ke seorang perawat," ujar William.
Namun, ia bersyukur panah tersebut tidak dicampuri dengan racun.
William percaya, insiden itu merupakan upaya pembunuhan mengingat dia merupakan Kepala Polisi Hutan di Balai Konservasi Olarro.
"Saya yakin ada yang berusaha membunuh saya. Sebab, ada yang menghargai kepala saya serta wakil saya, Justin Mathews," ujarnya. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/william_20181022_183351.jpg)