Pilpres 2019
Kubu Prabowo Dituding Anti-Pancasila, Hashim Djojohadikusumo Beri Bantahan: Itu Hoaks
Hashim Djojohadikusumo membantah jika kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dianggap anti-pancasila, dan akan mendirikan negara dengan bentuk khilafah.
Penulis: Vintoko
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo membantah jika kubunya dianggap anti-pancasila, dan akan mendirikan negara dengan bentuk khilafah.
Hal itu diungkapkan Hashim saat berkunjung ke redaksi Tribunnews, di Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Hashim menegaskan, tudingan anti-pancasila hingga membentuk khilafah itu tidak berdasar dan fitnah.
• Soal Indonesia Bubar 2030, Hashim: Prabowo Tidak Pernah Bilang Bakal Bubar tapi Bisa Bubar
"Kami tidak ingin membuat Khilafah, ini tudingan, konyol, dangkal, itu hoaks. Selama dua tahun kami jadi korban hoaks soal khilafah," kata Hashim dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com.
Hashim mengungkapkan, tim pemenangan Prabowo-Sandi terdiri dari berbagai latar belakang, dan keyakinan agama.
"Kami sejak satu tahun, dua tahun ini sering dianggap anti Pancasila, mau bentuk khilafah. Saya terbuka saja, saya Kristen Protestan saya sering ke gereja. Pak Budi (wakil direktur BPN) Katolik, dan ada yang Hindu," tutur Hashim.
Hashim menduga tudingan anti-pancasila dan khilafah itu dilontarkan dari kubu lawan di Pemilu Presiden 2019.
Selain itu, menurutnya pihak lawan menggunakan isu tersebut sebagai 'peluru' serangan karena menganggap Pancasila itu hanya sila pertama saja.
Tetapi, kata Hashim, kubu lawan lupa jika ada lima butir dalam Pancasila.
Hashim mengungkapkan, mereka yang jauh dari pancasila adalah mereka yang tidak menerapkan 5 butir dalam pancasila tersebut.
"Menurut kami, menurut saya. Yang sering terlupakan sila ke lima. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan sosial, itu karena kita tidak merasa adil situasinya. Kalau kita bicara sila ke lima orang bengong. Menurut Prabowo, kalau sila kelima tidak ditegakkan, sila ketiga terancam," pungkasnya.
• Unggah Dokumen Hasil Rapat DPR, Jansen Sitindaon Sebut Inalum Belum Bayar Divestasi Saham Freeport
Sebelumnya, Hashim juga memberikan klarifikasi terkait pernyataan Prabowo Subianto mengenai 'Indonesia Bubar pada 2030'.
Hashim mengatakan, pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia 'bisa' bubar, bukan berarti Indonesia 'bakal' bubar.
Pria yang juga adik Prabowo Subianto itu mengatakan, pernyataan kakaknya itu berpegang pada sejumlah literatur dan studi kasus negara lain.
Selain buku Ghots Fleet karya Allen Friedman, pernyataan Prabowo tersebut merujuk pada studi kasus negara Uni Soviet dan Yugsolavia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/hashim-djojohadikusumo_20181018_170955.jpg)