Harga BBM Naik
Soal BBM Jenis Premium, Faldo Maldini: Batal Naik, Tapi Barangnya Nggak Ada
"Jangan-jangan pemerintah sedang memaksa rakyat beli pertalite dan pertamax," tulis Wakil sekjen PAN Faldo Maldini.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini memberikan tanggapannya terkait pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.
Hal tersebut disampaikan Faldo melalui laman Twitter @FaldoMaldini, Minggu (14/10/2018).
Faldo menyebutkan, meskipun harga BBM jenis premium tidak jadi naik, namun ternyata premium pun langka.
"Harga gak naik, tapi pasokan merosot.
Jangan-jangan pemerintah sedang memaksa rakyat beli pertalite dan pertamax.
Apakah kamu merasakan kelangkaan premium?
Gimana menurut kamu?
#premiumlangka," tulis Faldo.

Dalam kicauan lainnya, Faldo bercerita jika ia mengecek sendiri pasokan BBM jenis premium ke SPBU dekatnya.
Ternyata, berdasarkan survei yang dilakukan Faldo ke SPBU, ada SPBU yang memang sudah tidak lagi menjual premium.
"Gara-gara berita kelangkaan premium yg gak jadi naik itu.
Saya coba ngecek ke SPBU dekat rumah.
Beneran gak sih langka?
Ternyata, bukan hoax, ada SPBU Pertamina yg udah ga jual premium selama dua tahun.
#PremiumLangka," kicaunya.
Dalam unggahannya, Faldo juga membagikan bukti berupa video saat ia berbincang dengan seorang pria saat mengunjungi sebuah SPBU di Bintaro, Jakarta.
Dalam video, terdengar Faldo menjelaskan, premium sudah 2 tahun tidak dijual di SPBU tersebut.
Ini dikarenakan, masyarakat saat ini beralih ke pertalite.
Hal tersebut pun tampak dibenarkan oleh pria yang tampak di video tersebut.
Dalam unggahan lainnya, Faldo juga mengunggah video yang memperlihatkan perbincangannya dengan seorang driver ojek online (ojol).
"(motor) nggak diperbolehkan sama pom bensin," ujar driver ojol.
Faldo pun berpendapat, ojol seharusnya mendapatkan prioritas untuk mendapatkan premium.
"Banyak yang nggak jual (premium). Contohnya di Bintaro Sektor 9 sudah nggak jual," kata ojol menanggapi Faldo.
"(Yang dikasih premium) justru mobil yang didahulukan. Mobil-mobil mewah loh. Kita hanya motor Supra (jenis motor bebek). Kebalik kali ya? Masyarakat kecil yang membutuhkan sebenarnya, kaya kita-kita ini nih," jelas sang driver.
Menyertai videonya itu, Faldo menuliskan komplainnya untuk PT. Pertamina.
"Saya tanya driver ojol, juga ngomongnya gitu.
Premium udah susah banget mereka dapet.
Kalaupun ada, antrenya panjang.
Malah, mobil-mobil sering dapat duluan.
Gimana nih pertamina?
Gak jadi naik, tp barangnya gak ada.
Daya beli mana yg mau diselamatkan pemerintah?
#PremiumLangka," cuit Faldo.
Faldo lantas memberikan kesimpulan atas surveinya ke lapangan.
Menurutnya, pemerintah tidak terbuka soal stok premium.
Ia juga mempertanyakan kelangkaan yang terjadi di pelosok daerah Indonesia.
"Kesimpulannya, pemerintah tidak terbuka soal stok premium.
Berapa banyak yang dilepas ke pasaran.
Kalau harga ga naik, stok yg dilepas gak ada, itu sama aja bohong namanya.
Masyarakat kecil yg jadi korban.
Di daerah Bintaro aja langka, apalagi di pelosok.
#PremiumLanka," tulisnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pemerintah menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium mulai Rabu (10/10/2018) dari pukul 18.00 WIB.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) juga telah mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan Dex series serta biosolar non PSO yang berlaku di hari yang sama sejak pukul 11.00 WIB.
"Untuk Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) harga per liter jadi Rp 7.000. Sementara di luar Jamali jadi Rp 6.900," kata Jonan saat ditemui di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Rabu (10/10/2018).
Jonan menjelaskan, kenaikan harga premium dikarenakan harga salah satu acuan minyak dunia, yaitu Brent, sudah lebih di atas 80 dollar AS per barrel.
Selain itu, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) juga mengalami kenaikan yang membuat pemerintah memutuskan perlunya penyesuaian harga.
Namun, kenaikan harga BBM ini tidak jadi setelah mendapat arahan Jokowi, Rabu (10/10/2018).
Jokowi meminta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ditunda.
"Saya sudah lapor bapak presiden, bahwa PT Pertamina (Persero) tidak siap melaksanakan kenaikan harga BBM hari ini.
Jadi Presiden memberi arahan agar ditunda kenaikan harga BBM Premium dan dibahas ulang," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan kepada Tribunnews.com di ruang VIP Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (10/10/2018) pukul 17.30 Wita.
Terkait penundaan kenaikan barga BBM jenis premium, memang terkesan mendadak.
Ia mengaku mendapat telepon dari Jokowi.
Sore itu, Jonan sudah berada di ruang VIP Bandara Ngurah Rai, hendak bersiap kembali ke Jakarta.
Wartawan Tribunnews, satu-satunya pewarta yang ikut serta rombongan Jonan, mantan Menteri Perhubungan.
"Sampai kapan ditunda?" tanya Tribun.
"Sampai Pertamina siap. Jadi ditunda sampai waktu yang tidak ada waktunya. Demikian sesuai arahan bapak presiden," ujar Jonan. (TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)