Harga BBM Naik
Harga Minyak Dunia Turun, Rustam Ibrahim Bersyukur Jokowi Tak Jadi Naikkan Harga BBM Premium
Rustam Ibrahim menilai tepat kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Wulan Kurnia Putri
Mengutip Reuters, hingga pukul 10.20 waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Avarage kehilangan 545,91 poin atau 2,13 persen menjadi 25.052,83.
Sementara indeks S&P 500 merosot 57,31 poin atau 2,06 persen menjadi 2.728,37.
Adapun indeks Nasdaq Composite juga mengalami penurunan sebesar 92,99 poin atau 1,25 persen menjadi 7.325,06.
Selain itu, diketahui kenaikan harga-harga barang konsumsi lebih rendah dari perkiraan Federal Reserve yang kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi di bulan Desember.
Nilai tukar dolar AS pun jatuh ke level terendah dalam dua minggu terakhir.
Indeks dolar AS DXY turun 0,52 persen, sementara euro meningkat 0,63 persen.
Dari segi komoditas, harga minyak turun ke posisi terendah dalam dua minggu karena pasar saham global berguguran, dengan sentimen investor menjadi lebih tertekan oleh laporan industri yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS lebih dari yang diharapkan.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 2,83 dolar AS pada posisi 80,26 dolar AS per barrel.
Sementara minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) turun 2,2 dollar AS menjadi 70,97 dollar AS per barrel.
Kendati demikian, tampaknya hal tersebut belum memberikan dampak yang signifikan bagi kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Hingga Jumat (12/10/2018) pukul 09.00 WIB, nilai rupiah atas dolar AS berada di angka Rp 15.187.

Sementara itu, berdasarkan kurs transaksi BI, rupiah berada di Rp 15.329 per dolar AS pada kurs jual dan Rp 15.177 pada kurs beli. (TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)